AYOJAKARTA.COM - Upaya menjadi sistem peringatan dini kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang menyiapkan early warning system (EWS).
Sistem ini nantinya akan memberikan informasi terkait prediksi kondisi kualitas udara hingga 3 hari ke depan.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, BMKG mengembangkan sistem ini melalui teknologi pemodelan kualitas udara berbasis spasial bernama SILAM Urban.

Teknologi ini meng-klaim dapat mendeteksi kondisi polisi udara secara rinci hingga radiussatu kilometer dengan cakupan seluruh 44 kecamatan di Jakarta.
Koordinator Subbidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG, Albert C Nahas, menjelaskan bahwa SILAM Urban menggunakan datainventori emisi lokasi yang terdiri dari emisi sektoral hingga emisi polutan.
"Informasi yang dihasilkan mencakup enam jenis polutan utama termasuk PM2.5. Melalui SILAM Urban, masyarakat dapat melihat peta kualitas udara per kecamatan di Jakarta," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip pada Minggu, 7 Juni 2026.
Selain Itu dengan teknologi tersebut masyarakat dapat melihat tren ISPU hingga tiga hari ke depan kondisi meteorologi, peringkat Kecamatan berdasarkan kualitas udara yang memudahkan pemantauan kualitas udara.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi menyebutkan bahwa pengembangan EWS kualitas udara menjadi langkah strategis untuk melindungi kesehatan masyarakat.
"Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan BMKG ini diharapkan mnghadirkan sistem informasi kualitas udara yang lebih akurat, prediktif, dan mudah diakses masyarakat," pungkasnya.***

Share this article
Upaya menjadi sistem peringatan dini kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang menyiapkan early warning system (EWS).