AYOJAKARTA.COM--Alvin Lim menceritakan kronologi dirinya diikuti oleh seorang intel yang berkostum sebagai tukang ojek, ketika ia bertemu dengan sosok Habib Rizieq.
Melalui podcast milik Uya Kuya, Alvin Lim bercerita tentang pengalamannya menjadi seorang yang lantang bersuara dalam menegakkan keadilan.
Baca Juga: Teka-teki Buku Catatan Hitam Bersampul Merah Ferdy Sambo, Dibawa Saat Sidang Perdana di PN Jaksel
Kepada Uya, Alvin menyebutkan bahwa tidak mudah menjadi seseorang yang berjuang untuk menegakkan keadilan di Indonesia.
Ia bahkan mengatakan ada Badan Intelijen dan Keamanan(BAINTELKAM) yang sempat datang ke kantornya beberapa bulan yang lalu.
Baca Juga: Lesti Kejora Dikabarkan Dipecat dari Indosiar Akibat Pencabutan Tersangka KDRT Rizky Billar
“Jadi ada BAINTELKAM datang ke kantor, beberapa bulan yang lalu,” ucap Alvin kepada Uya.
Ia juga mengatakan bahwa intel kerap memberi peringatan kepada dirinya untuk memelankan suaranya, khususnya ketika menyangkut nama Kapolri.
Baca Juga: Kang Emil dan Hotman Paris Berkeliling Kota Bandung, Berbagi Rezeki Kepada Para Hantu!
“Ketika saya sebelum bicara ada intel yang dateng, mereka mengatakan ‘Kamu kalo bicara tolong pelanan dikit, terutama kalo nyebut nama Kapolri,” jelas Alvin Lim.
“Jadi yang saya bilang polri gaboleh jadi oknum jenderal ban**, padahal yang saya sebut oknum nih,” tambahnya sekali lagi.
Alvin juga bercerita tentang kronologi ketika ia diikuti intel pada malam sebelum datang ke tempat Uya Kuya.
Baca Juga: Sempat Dapat Teror Sebelum Lesti Kejora Menikah dengan Rizky Billar, Sang Ayah Justru Berkata Begini
“Semalem saya masih diikutin, semalem saya ke tempat Pak Habib Rizieq. Saya juga mau tau apakah dia ini sumber radikal atau tidak,” buka Alvin.
Alvin Lim menceritakan bahwa ada tukang ojek yang pura-pura salah alamat dan memantaunya dari sepeda motor.
“Jadi lagi di dalem wismanya, ada tukang ojek pura-pura salah alamat, Mas. Lagi begini-begini (memberikan ilustrasi), kameranya ke kami,” jelas Alvin.
Baca Juga: Jelang Sidang Ferdy Sambo Besok, Kamaruddin Simanjuntak Siapkan 11 Orang Saksi, Ini Daftarnya!
“Kan aneh, kalo motor begini kan seharusnya ini (memegang hp menghadap ke bawah), tetapi ini gini (mengarahkan hp ke tempat Alvin Lim),” tambahnya.
Uya Kuya kemudian mempertanyakan tentang apa tujuan Alvin Lim gemar menyuarakan pendapatnya dengan lantang.
“Kalo buat kepentingan pribadi saya buat apa, saya rugi kok sampai dilaporin gini,” jawab Alvin kepada Uya.
“Tapi saya berpikir mas, kalo tidak ada yang berani teriak, suatu saat anak-anak saya dan temen-temen saya jadi korban,” ujarnya.
Baca Juga: Buka Suara Mengenai Isu KDRT Rizky Billar Terhadap Lesti Kejora, Irfan Hakim: Ini Tuh Baru Katanya!
Alvin Lim bahkan mengatakan bahwa ijazah S2 Hukum miliknya tidak berguna di pengadilan ketika melawan lawyer dengan ijazah palsu.
“Kita ngga boleh munafik, kita liat saya kuliah hukum hampai S2. Sorry mas, di dalem pengadilan ngga ada gunanya (kuliah hukum). Sama lawyer yang ijazahnya ngga pernah terdaftar kalah mas, kalo dia nyogok,” jelas Alvin Lim untuk menambahkan.

Share this article
Sosok Alvin mengungkapkan kronologisnya diikuti intel karena tindakannya yang vokal dan lantang menyerukan keadilan