AYOJAKARTA.COM – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Inteligence, menjadi salah satu pertimbangan bagi generasi saat ini dalam memilih Jurusan Kuliah.
Disamping karena peluang kerja yang masih belum tergambar jelas, Artificial Intelligence atau AI juga diyakini akan membuat sejumlah Jurusan Kuliah kehilangan pamornya.
Karena telah dianggap sebagai pesaing di era modern, pertimbangan memilih Jurusan Kuliah yang tidak mengalami disrupsi Artificial Intelligence merupakan suatu kewajaran.
Baca Juga: Bocoran iQOO Z10R: HP Tipis Layar Amoled 120Hz, Baterai 5700 mAh, Cocok Buat Vlogger
Namun demikian, tidak seluruh jurusan kuliah yang ditawarkan di perguruan tinggi akan terdampak oleh perkembangan teknologi robotik dan kecerdasan buatan.
Agar perjuangan panjang dan melelahkan selama menjalani masa perkuliahan tidak berujung penyesalan, berikut adalah daftar jurusan kuliah yang bebas dari cengkeraman AI.
Jurusan kuliah yang menempati urutan pertama bebas dari intervensi AI adalah Fakultas Kedokteran atau Bidang Kesehatan.
Sejalan dengan meningkatnya angka kesadaran dan tujuan hidup, kebutuhan akan tenaga perawat serta Dokter terus mengalami peningkatan.
Baca Juga: Info Pencairan Bansos Juli: 3 Bantuan Ini Sudah Cair, PKH dan BPNT Tahap 3 Mundur?
Meski peran AI dibutuhkan dalam dunia kedokteran, kemampuan empati yang merupakan modal penting dalam penyembuhan tidak bisa diwakilkan oleh kecerdasan buatan.
Karena membutuhkan perasaan, jurusan kuliah kedua yang juga tidak akan tergantikan oleh peran AI di masa depan adalah Bidang Pendidikan atau Pengajaran.
Berbeda dengan AI yang hanya dibekali program empati kognitif, empati humanistik lebih mampu menghubungkan antar manusia pada konektivitas antar jiwa sehingga lebih holistik.
Mengacu pada prinsip jenis hubungan yang lebih mendalam, jurusan kuliah ketiga yang bebas dari disrupsi AI adalah Psikologi atau Konseling.
Kebutuhan emosional, menurut Abraham Maslow merupakan salah satu penentu kebahagiaan seseorang dalam menjalani kehidupan.
Adapun jurusan kuliah selanjutnya yang tidak akan mengalami disrupsi perkembangan kecerdasan buatan adalah Seni dan Desain.
Meski dalam tingkat permukaan, AI mampu membuat berbagai tampilan visual atau verbal, namun tanpa adanya kualitas emosional hal tersebut akan menjadi janggal.
Seluruh bentuk karya seni, menurut Leo Tolstoy merupakan cara seseorang menyampaikan pesan emosional sehingga membutuhkan perasaan.
Baca Juga: Spesifikasi Gahar Vivo X Fold 5, HP Lipat dengan Snapdragon 8 Gen 3 dan Layar 5500 Nits
Jurusan kuliah berikutnya yang juga tidak akan terpengaruh oleh dampak perkembangan AI di masa depan adalah Hukum.
Produk-produk atau aturan hukum, merupakan hasil kesepakatan antar manusia yang dapat ditafsirkan sesuai dengan perspektif keadilan.
Nilai-nilai luhur kemanusiaan seperti kejujuran, keadilan, kebijaksanaan merupakan hasil kerjasama yang berkelanjutan antara Hati, Perasaan serta Pikiran.
Jurusan kuliah lain yang tidak terdampak AI di masa depan adalah Ilmu Sosial dan Antropologi, Manajemen dan Kepemimpinan. ***

Share this article
AI picu pertimbangan pilih jurusan kuliah; bidang kesehatan, pendidikan, psikologi, seni, hukum, dan sosial dinilai aman dari disrupsi.