JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 12 Super Tiket disiapkan Persatuan Bulu Tangkis Djarum untuk para atlet U-11 dan U-13 baik putra maupun putri yang lolos Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019, di GOR RM Said Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Manager Tim PB Djarum, Fung Permadi PB Djarum mengatakan audisi umum beasiswa bulu tangkis di Solo Raya untuk merebutkan Super Tiket yang bakal diambil 12 atlet dan ditambah melalui Golden Tiket baik putra maupun putri menuju babak final ke Kudus, pada 20--22 November mendatang.
Sebanyak 12 Super Tiket itu, kata Fung Permadi, terdiri untuk putra yang masuk semifinalis U-11 dan U-13 berjumlah 8 atlet, sedangkan bagian putri 4 atlet. Dan, ditambah atlet yang terpilih oleh Tim Pencari Bakal, dianggap berbakat menjadi pebulutangkis berprestasi. Namun, jumlah tambahan untuk Golden Tiket ini, dapat dilihat setelah selesai turnamen, sehingga belum bisa disebutkan angkanya.
\"Tiket tambahan itu, untuk memberikan kesempatan kepada para atlet yang dinilai mempunyai kemampuan berkualitas, tetapi mereka sudah kalah di babak sebelumnya atau pendahuluan tgurnamen, ada kemungkinan diberikan Super Tiket tambahan,\" kata Fung, Minggu (27/10/2019).
Fung mengatakan, di audisi umum tahun ini jumlah peserta setiap kota lebih banyak dibanding tahun lalu. Padahal, penyelenggaraan hanya digelar di lima kota yakni di Bandung, Purwokerto, Surabaya, Karanganyar (Solo Raya), dan Kudus.
Namun, lonjakan jumlah peserta audisi sudah diantisipasi, sehingga berjalan sesuai dari rencana yang sudah dtentukan.
Untuk audisi sektor putri pada tahap screening sudah diumumkan dan sebanyak 32 atlet untuk U-11, dan U-13 meloloskan 42 atlet ke tahap turnamen.
AYO BACA : Polemik KPAI dan PB Djarum Berakhir, Begini Kesepakatannya
Turnamen akan dimulai Minggu (27/10/2019) malam, atau setelah selesai tahap screening yang bagian putra. Bagian putra baik U-11 maupun U-13 tahap screening masih berjalan, sehingga Tim Pencari Bakat PB Djarum belum bisa menyebutkan angka yang pasti atlet yang lolos ke turnamen.
Menyinggung soal peserta audisi umum beasiswa bulu tangkis tahun ini, dari segi kualitas, lanjut Fung, di tahap screening para atlet belum bisa terlihat kemampuan sebenarnya. Mereka baru bisa dilihat ketika telah memasuki tahap turnamen.
\"Jadi tahap screening ini, bisa saja peserta sebenarnya mempunyai kemampuan bagus, tetapi terlewatkan oleh tim pencari Bakat. Hal ini, karena saat screening peserta lawannya belum bisa memukul bola, sehingga mereka terpengaruh dan tidak terlihat kemampuannya,\" katanya.
Mantan Pebulutangkis Indonesia, Lilyana Natsir mengatakan dengan adanya audisi umum dari PB Djarum, sebenarnya sangat membantu masyarakat yang ingin menekuni bidang olahraga khususnya bulu tangkis. Peserta dari daerah tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta, dan mereka mempunyai kesempatan setiap tahunnya ada audisi yang digelar lima hingga enam tempat di daerah.
Para orang tua jika mendukung dan memberikan suport, mereka akan mencoba disetiap audisi dan jika pertama gagal bisa dicoba lagi. Contohnya, pebulutangkis Kevin Sanjaya yang ikut audisi gagal dua kali tetapi dengan semangat mencoba lagi dan berhasil.
Bahkan, pasangan ganda Indonesia, Kevin sekarang bersama Marcus kini menjadi ganda nomor satu dunia.
Menurut dia, yang terpenting saat gagal masuk audisi, harus bisa instrupeksi diri, termotivasi, dan tambahan latihannya lebih rajin lagi untuk audisi berikutnya. Tim Pencari Bakat mudah-mudahan bisa melihat bahwa mereka layak masuk audisi.
\"Bakat-bakat bulu tangkis Indonesia sekarang ini, luar biasa, berbeda jauh saat zaman saya usia 9 tahun baru berlatih memukul kok,\" katanya.
AYO BACA : Audisi Djarum atau Djarum? Mana Tanggung Jawab Kemenpora?
.jpg)
Share this article
Sebanyak 12 Super Tiket disiapkan Persatuan Bulu Tangkis Djarum untuk para atlet U-11 dan U-13 baik putra maupun putri yang lolos Audisi