TEBET, AYOJAKARTA - Najwa Khumaira bersiap ke sekolah pagi itu. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bekasi memang belum dimulai, tapi ada yang membuatnya antusias : vaksinasi Covid-19.
Siswi SMPN 44 Kota Bekasi itu dijadwalkan vaksin Covid-19 dosis pertama menggunakan jenis vaksin Sinovac. Pemerintah Kota Bekasi memang tengah gencar melakukan percepatan vaksinasi bagi siswa, selain demi memutus rantai penyebaran Covid-19, juga demi PTM bisa dimulai.
"Nggak takut (disuntik), malah senang karena bisa ketemu teman," kata Najwa ditanya perasaannya mengikuti vaksinasi Covid-19, belum lama ini.
Dia menceritakan alur dan proses vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di SMPN 21, Bekasi Utara. Diawali dengan antre masuk ke gerbang sekolah, kemudian dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh penjaga keamanan.
"Antre-nya juga jauh-jauhan sama yang depan sama yang belakang, sama dibatesin antre-nya 10 orang dulu gitu, terus baru 10 orang lagi," ujarnya.
Setelah dicek suhu tubuh, Najwa lantas diminta mencuci tangan terlebih dulu sebelum memasuki area vaksinasi. Saat itu dia melihat tidak ada kerumunan dan semua berjalan sangat rapi.
"Habis cuci tangan terus disuruh duduk isi formulir, terus dipanggil satu-satu gitu ditanyain sama petugasnya nama, umur, sekolah," kata dia.
Pada saat proses screening, ia pun kembali dicek suhu tubuh dan tekanan darah, ditanya tentang riwayat kesehatan, apakah pernah menderita alergi, asma, dan penyakita lainnya. Baru setelah dinyatakan layak vaksin, ia menuju meja selanjutnya.
"Sama susternya dikasih lihat juga botol vaksinnya Sinovac," ujar Najwa.
Selama menjalani prosedur vaksinasi, semua orang yang ada di sekolah tersebut tidak ada yang tidak memakai masker. Semua orang wajib memakai masker ganda, dan para siswa tidak boleh diantar orangtuanya.
Hal itu demi mencegah kerumunan dan aturan pembatasan kapasitas ruangan yang dipakai untuk program vaksinasi. Para orangtua diperkenankan menunggu di halaman sekolah hingga anak-anaknya selesai disuntik vaksin.
Antusiasme Orangtua Siswa
Salah satu orangtua siswa, Siti mengaku bersyukur anaknya sudah divaksin Covid-19. Meski awalnya sempat ragu, namun akhirnya ia memahami pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk anak sekolah.
"Supaya sama-sama aman kalau nanti PTM dimulai. Alhamdulillah juga aman vaksinnya," kata dia kepada Ayojakarta, beberapa waktu lalu.
Selama ini, Siti mengaku menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk anak-anaknya, terutama saat pergi ke luar rumah. Protokol kesehatan seperti memakai masker dan membawa hand sanitizer sudah menjadi rutinitas harian.
"Pakai face shield juga kalau harus ke luar rumah. Mereka juga sudah paham prokes, harus gimana kalau ketemu orang, baru pulang dari luar rumah harus cuci tangan juga," ujarnya.
Dewanti, orangtua siswa lain juga menerapkan hal serupa. Bahkan, semua peralatan disinfeksi lengkap tersedia, mulai dari air purifier, disinfectant spray, hingga air sterilizer ada di rumahnya.
"Karena saya punya dua anak yang masih sekolah ya, jadi kesehatan itu udah prioritas banget. Prokes udah harus, ditambah vaksin juga," katanya.
Dukungan Penuh Pemkot Bekasi
Pemerintah Kota Bekasi mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat terkait vaksinasi anak di atas 12 tahun, utamanya mereka yang duduk di jenjang SMP dan SMA.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi vaksin untuk siswa dan siswi, juga meminta para guru memberikan edukasi serta sosialisasi agar mereka mau divaksin.
"Saya mengimbau pada orangtua dan guru untuk juga memberi dukungan untuk mengajak anak-anak mau dan siap divaksin karena vaksin bisa meningkatkan imunitas sebagai salah satu perlawanan terhadap virus Covid-19," ujarnya.
Pemkot Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi saat ini sedang menjalankan proses vaksinasi anak usia 12 tahun hingga 17 tahun, dimulai sejak awal Agustus 2021.
Sejauh ini, pelaksanaan vaksinasi sudah berjalan di hampir semua wilayah Kota Bekasi, baik di SMP negeri, SMP swasta, hingga madrasah. Adapun vaksin yang digunakan adalah jenis Sinovac dan Pfizer.

Share this article
Pemerintah Kota Bekasi memang tengah gencar melakukan percepatan vaksinasi bagi siswa demi memutus rantai penyebaran Covid-19.