AYOJAKARTA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia.
Banyak pihak merasa khawatir anggaran besar untuk program ini akan membuat APBN terganggu.
Namun, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan untuk menepis kekhawatiran tersebut.
Purbaya menegaskan bahwa program prioritas seperti MBG tidak akan mengancam kesehatan fiskal negara.
Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia saat ini masih sangat kuat.
Pemerintah berkomitmen untuk tetap menjaga defisit anggaran pada kisaran 2% hingga 3%. Angka ini dianggap aman dan tidak membebani anggaran secara berlebihan.
Dalam pertemuan dengan lembaga internasional seperti S&P Global Ratings, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan kondisi sebenarnya.
Masalah yang muncul di pasar saat ini bukan karena fondasi ekonomi yang lemah.
Tantangan utama justru berasal dari persepsi negatif dan sentimen pasar yang berkembang.
Secara nyata, ekonomi nasional tetap tumbuh dengan baik dan aktivitas ekonomi terus menunjukkan peningkatan.
Pemerintah juga memiliki strategi agar pelaksanaan MBG tetap terkendali. Program ini dapat dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Jika terjadi tekanan ekonomi global, seperti kenaikan harga minyak dunia, pemerintah memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian anggaran.
Hal ini dilakukan agar keberlanjutan fiskal tetap terjaga dalam jangka panjang.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri telah resmi berjalan sejak Januari 2025.
Target utamanya adalah puluhan juta siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.
Hingga pertengahan tahun 2025, program ini telah menjangkau sekitar 5,4 juta penerima manfaat.
Pemerintah menargetkan total 82,9 juta penerima secara nasional melalui percepatan infrastruktur dan sumber daya.
Selain fokus pada gizi, program MBG dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang luas.
Pemerintah melibatkan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok pangan.
Langkah ini bertujuan agar perputaran ekonomi terjadi di sektor produksi dan distribusi lokal.
MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen untuk memperkuat ekonomi rakyat.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa juga terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia.
Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter ini bertujuan menjaga stabilitas rupiah.
Dengan rupiah yang stabil, biaya produksi bagi pelaku usaha dapat ditekan.
Hal ini berdampak langsung pada harga barang yang lebih terjangkau bagi rumah tangga di seluruh Indonesia.***

Share this article
Menkeu Purbaya tegaskan program Makan Bergizi Gratis tak ancam APBN, defisit aman 2-3%. Meski ada sentimen negatif, ekonomi kuat. Program libatkan UMKM & disinergikan dengan BI demi stabilitas Rupiah.