KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Rentetan gempa yang terjadi mulai dari Jepara, Garut, hingga Banten mengungkap sejumlah fakta menarik. Saling berkaitan atau hanya kebetulan?
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan bahwa sejatinya rentetan gempa yang terjadi secara beruntun pada Selasa (7/7/2020) tidak memiliki kaitan satu sama lain.
AYO BACA : Dalam Waktu Kurang dari 24 Jam, Terjadi 4 Kali Gempa di Berbagai Wilayah
“Baik gempa Laut Jawa di utara Jepara, gempa selatan Garut, dan gempa selatan Selat Sunda M 5.2 berada pada sumber gempa yang berbeda, kedalaman yang berbeda, dan juga berbeda mekanismenya,” kata dia.
Daryono melanjutkan, sebenarnya apa yang terjadi di beberapa wilayah gempa tersebut adalah manifestasi pelepasan medan tegangan pada sumber gempa masing-masing. Masing-masing sumber gempa mengalami akumulasi medan tegangan sendiri-sendiri, mencapai stress maksimum sendiri-sendiri, hingga selanjutnya mengalami rilis energi sebagai gempa juga sendiri sendiri.
AYO BACA : Gempa di Laut Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami
“Ini konsekuensi logis daerah dengan sumber gempa sangat aktif dan kompleks,” ujarnya.
“Kita memang memiliki banyak sumber gempa sehingga jika terjadi gempa di tempat yang relatif berdekatan lokasinya dan terjadi dalam waktunya yang relatif berdekatan maka itu hanya kebetulan saja,” lanjut Daryono.
Lantas apakah rentetan gempa ini sebagai pertanda akan terjadi gempa besar? Dia pun sulit memprediksikan hal itu.
“Tetapi dengan adanya rentetan aktivitas gempa ini tentu patut kita waspadai. Karena dalam ilmu gempa atau seismologi, khusunya pada teori tipe gempa itu ada tipe gempa besar yang kejadiannya diawali dengan gempa pendahuluan atau gempa pembuka,” katanya.
Meski demikian, lanjut Daryono, rentetan gempa yang terjadi di suatu wilayah juga belum tentu berakhir dengan munculnya gempa besar. Inilah karakteristik ilmu gempa yang memiliki ketidakpastian (uncertainty) yang tinggi yang penting juga untuk kita pahami.
AYO BACA : BMKG: 138 Gempa Tektonik Terjadi di Sekitar Wilayah Jateng

Share this article
“Kita memang memiliki banyak sumber gempa sehingga jika terjadi gempa di tempat yang relatif berdekatan lokasinya dan terjadi dalam waktunya yang relatif berdekatan maka itu hanya kebetulan saja,” lanjut Daryono. Lantas apakah rentetan gempa ini sebagai pertanda akan terjadi gempa besar? Dia pun sulit memprediksikan hal itu.