AYOJAKARTA.COM -- Menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan pangan dan penguatan ekonomi di kawasan padat penduduk perkotaan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) mengambil langkah taktis melalui unit operasi Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang erat, Pertamina meresmikan komitmen jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi lokal demi mewujudkan ketahanan pangan perkotaan yang tangguh.
Keseriusan Pertamina Patra Niaga Regional JBB dalam membina masyarakat sekitar tecermin nyata melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026.
Agenda sakral yang digelar di lingkungan kantor AFT Halim Perdanakusuma ini mengikat komitmen tiga pilar utama pembangunan, yakni korporasi, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat.
Kerja sama taktis ini sengaja dirancang untuk masa bakti 2026 hingga 2029 agar program dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
Tiga sosok kunci yang menandatangani nota kesepahaman ini antara lain Irine Yuliana selaku Aviation Fuel Terminal Manager Halim Perdanakusuma, Sandy Adamsyah yang menjabat sebagai Lurah Pondok Kopi, serta Akhmad Sokari yang mengomandani Kelompok Rumah Gizi Rawajaya selaku garda terdepan pelaksana program di lapangan.
Melalui penandatanganan dua berkas PKS ini, seluruh pihak sepakat untuk menyatukan visi, menyelaraskan persepsi, dan mematangkan aksi nyata dalam mengawal keberlanjutan Program Rumah Gizi Rawajaya.
"Pemerintah Kelurahan Pondok Kopi memberikan penghormatan tertinggi atas konsistensi Pertamina yang menaruh kepedulian besar pada wilayah kami lewat inisiasi Program Rumah Gizi Rawajaya. Kami menaruh harapan besar agar tali kemitraan ini terus terjaga dalam jangka panjang sehingga sanggup membuahkan hasil nyata bagi warga, sekaligus mengokohkan pola hubungan harmonis antara birokrasi, sektor industri, dan elemen warga dalam mempercepat roda pembangunan daerah," urai Sandy Adamsyah.
Program Rumah Gizi Rawajaya sendiri mengambil lokasi yang sangat strategis, yaitu di kawasan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawajaya, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Program pemberdayaan ini sejatinya telah berdenyut sejak awal tahun 2026 dengan memanfaatkan ruang-ruang terbuka hijau di tengah himpitan pemukiman padat.
Strategi utama program ini bertumpu pada pemanfaatan lahan perkotaan secara vertikal maupun optimalisasi pekarangan melalui teknik pertanian perkotaan (urban farming) serta budidaya perikanan air tawar.
Saat ini, program pemberdayaan tersebut merangkul 20 orang warga penerima manfaat secara langsung yang mengelola rupa-rupa komoditas pangan bernilai gizi tinggi.
Pada sektor hortikultura, warga aktif menanam aneka sayuran segar seperti pakcoy dan caisim, bumbu dapur berupa cabai rawit, hingga buah meja bernilai ekonomi tinggi seperti melon.
Sementara pada sektor akuakultur, warga mengelola kolam-kolam budidaya yang memproduksi ikan lele dan ikan nila secara intensif sebagai sumber protein hewani yang terjangkau bagi pemenuhan gizi lokal.
"Melalui wadah Rumah Gizi Rawajaya, komitmen kami adalah menghadirkan faedah yang konkret sekaligus mempertebal benteng pertahanan pangan serta memacu kemandirian finansial warga binaan. Menggandeng pemerintah Kelurahan Pondok Kopi beserta Kelompok Rumah Gizi Rawajaya, kami optimistis program kerja ini mampu memicu perubahan sosial yang menetap serta menaikkan derajat kesejahteraan hidup khalayak banyak," tegas Irine Yuliana.
Program Rumah Gizi Rawajaya bukan sekadar aktivitas sosial tanpa arah, melainkan sebuah gerakan terencana yang berkontribusi langsung pada pencapaian agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pertamina mengintegrasikan peta jalan tanggung jawab sosial perusahaannya secara presisi untuk menyasar dua poin krusial dalam target SDGs tersebut, yaitu Poin 2 mengenai Tanpa Kelaparan dan Poin 8 terkait Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Dila Amanda Kenniza, turut menyampaikan pandangan strategisnya mengenai pentingnya kolaborasi segitiga emas ini demi kelangsungan mutu hidup masyarakat.
"Kami mengutarakan apresiasi mendalam atas jalinan sinergi yang harmonis dalam menjalankan operasional Rumah Gizi Rawajaya. Bersandarkan keterpaduan gerak antara aparatur pemerintah, Pertamina, serta elemen warga, kami menatap dengan penuh optimisme bahwa agenda ini sanggup menyuguhkan kontribusi positif yang berkesinambungan, memperkukuh kedaulatan pangan, sekaligus mendongkrak mutu kualitas hidup masyarakat di wilayah Kelurahan Pondok Kopi," tandas Dila Amanda Kenniza.
Share this article
Pertamina Patra Niaga Regional JBB gandeng Kelurahan Pondok Kopi luncurkan Rumah Gizi Rawajaya periode 2026-2029 demi ketahanan pangan urban!