AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menandai babak baru dalam hubungan Indonesia dan Uni Eropa dengan tercapainya kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Kesepakatan ini diumumkan usai pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa di Brussel pada 13 Juli 2025.
Prabowo menyebut pencapaian ini sebagai momen bersejarah setelah 10 tahun negosiasi. IEU-CEPA dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun kemitraan global yang lebih setara dan saling menguntungkan.
Perjanjian ini mencakup 24 elemen kerja sama yang luas, mulai dari perdagangan barang dan jasa, investasi, UMKM, hingga perdagangan digital dan keberlanjutan.
Salah satu sorotan utama adalah komitmen kedua belah pihak untuk memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah melalui akses pasar dan fasilitasi kebijakan.
IEU-CEPA juga menekankan aspek perdagangan berkelanjutan dalam sektor energi dan komoditas mentah, termasuk keselarasan dengan Paris Agreement melalui bab Trade and Sustainable Growth.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke Uni Eropa mencakup kelapa sawit dan turunannya, bijih tembaga, produk alas kaki, besi baja, dan produk perikanan.
Baca Juga: Minggu Depan Kemensos Resmi Umumkan Bantuan Beras 20 Kg untuk 18,3 Juta KPM di Tanggal Ini
Uni Eropa sendiri berkomitmen membuka akses pasar lebih luas untuk produk-produk unggulan Indonesia seperti tekstil, sepatu, tuna kaleng, dan minyak sawit.
Perjanjian ini diharapkan mulai berlaku pada akhir 2026. Jika diimplementasikan dengan optimal, IEU-CEPA diproyeksikan mampu meningkatkan PDB Indonesia sebesar 0,19%, menambah pendapatan nasional hingga USD2,8 miliar, dan mendongkrak ekspor hingga 57,76% dalam tiga tahun.
“Jadi kalau ekspor kita naik 50 persen itu setara dengan Vietnam ataupun Malaysia tahun ini. Kalau ini yang kita dorong dengan adanya IEU-CEPA ini nanti tarif-tarif (ekspor komoditas) yang unggulan kita yang sekarang bisa 8-12 persen itu bisa turun ke 0 persen," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dilansir dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya kesiapan industri dalam negeri dan harmonisasi kebijakan untuk memaksimalkan manfaat IEU-CEPA.
Kesepakatan ini juga menjadi peluang besar mengingat belum adanya Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Uni Eropa sebelumnya.
Dengan mencontoh keberhasilan Vietnam dan Singapura yang telah lebih dulu menjalin FTA dengan Uni Eropa, Indonesia kini berada di jalur yang menjanjikan untuk memperkuat daya saing di pasar global.***

Share this article
Prabowo dan Uni Eropa sepakat IEU-CEPA usai 10 tahun negosiasi, buka akses pasar, dorong ekspor & dukung UMKM hingga 2026.