JAKARTA, AYOJAKARTA.COM — DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat meminta Bupati Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setiawan kompak soal sistem kanalisasi 2-1 sebagai pengganti sistem buka-tutup (one way) untuk menangani kemacetan Jalur Puncak, Kabupaten Bogor.
"Jangan panglima ke kanan, wakil panglima ke kiri. Kalau berantem, semua berantakan nanti," ujar Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, menanggapi sikap Iwan Setiawan yang berbeda pandangan dengan atasannya.
Menurut Rudy, berbeda pandangan merupakan hal yang wajar. Namun upaya Bupati Ade Yasin memecah kemacetan Jalur Puncak melalui sistem kanalisasi 2-1 tetap perlu mendapat apresiasi.
Apalagi, sejak 32 tahun silam, tidak ada terobosan baru dari pemerintah untuk menangani kemacetan di Jalur Puncak selain mengandalkan sistem buka tutup.
AYO BACA : Mulai 27 Oktober, Buka Tutup Jalur Puncak Bogor Diganti Sistem 2-1, Apa Bedanya?
“Jadi, kalau Pemerintah Kabupaten Bogor sudah berniat baik, bertujuan baik mencari solusi terbaik untuk masyarakat, kita harus apresiasi. Jangan anggap salah kemudian menyoraki," tutur politisi Partai Gerindra itu.
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, berbeda pandangan mengenai uji coba sistem kanalisasi 2-1 di Jalur Puncak. Menurutnya sistem 2-1 dapat menimbulkan kemacetan lebih para ketimbang sistem satu arah (one way).
“Saya khawatirkan, antara orang menyeberang, masuk gang, dan angkot. Itu yang masalah,” kata Iwan.
Bupati Ade Yasin membeberkan beberapa catatan setelah melakukan pemantauan langsung terhadap uji coba sistem kanalisasi 2-1 Jalur Puncak, Kabupaten Bogor yang dilakukan pada Minggu (27/10/2019).
"Ada beberapa catatan selama pemantauan berlangsung. Insya Allah beberapa catatan-catatan ini akan segera dicarikan solusinya bersama," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
AYO BACA : Akhir Bulan, Kemenhub Uji Coba Sistem 2-1 di Jalur Puncak

Share this article
Berbeda pandangan merupakan hal yang wajar. Namun upaya Bupati Ade Yasin memecah kemacetan Jalur Puncak melalui sistem kanalisasi 2-1 tetap perlu mendapat apresiasi.