AYOJAKARTA.COM – Salah satu hal yang disorot dalam memilih pasangan capres-cawapres adalah mengenai rencana mereka dalam memberikan solusi perubahan iklim dan perubahan energi.
Isu iklim dan energi menjadi hal penting di tengah kondisi polusi udara dan cuaca yang kian mengkhawatirkan.
Berdasarkan pengamatan oleh organisasi aktivis lingkungan 350.org, dikatakan bahwa semua paslon masih berpotensi untuk mengubah agenda perubahan energi agar tetap mempertahankan energi fosil.
Hal ini dapat terjadi, karena jika dilihat dari petinggi dan pendukung masing-masing calon masih berkutat di industri energi fosil.
Baca Juga: Sama-Sama Punya Komitmen Terkait Penegakan Hukum, Hibnu Nugroho Ungkap Fakta tentang Ketiga Capres
Terlebih peluang perubahan akan semakin kecil, apabila terdapat paslon yang bergerak dibidang tersebut.
“Melihat lingkaran utama para capres yang belum bebas dari pemilik modal yang bergerak di industri energi fosil. Peluang untuk membelokan agenda transisi energi itu semakin terbuka lebar, bila ada salah satu Capres yang justru memiliki bisnis di energi fosil,” ucap Interim Indonesia Team Lead 350.org, Firdaus Cahyadi, dikutip dari Republika.co.id, Kamis, 14 Desember 2023.
Firdaus mengatakan, apabila dilihat melalui program dan visi misi maka semua paslon sepakat untuk terus mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT).
Walaupun begitu, belum tentu setiap paslon nantinya akan berkomitmen dalam menjalankan program tersebut.
Baca Juga: Prabowo Subianto Bantah Emosi dan Baper Debat Capres, TKN: Kami Tidak Merasa Diserang
Kemudian, penggabungan kata baru dan terbarukan dalam EBT dapat menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
Menurut Firdaus, istilah energi baru belum tentu terbarukan, karena energi baru bisa berupa turunan dari energi fosil lainnya, sehingga belum tentu energi yang terbarukan.
“Jadi bila para capres berjanji akan mengembangkan EBT, bisa jadi yang akan mereka kembangkan adalah batu bara dalam bentuk cair dan gas, bukan energi terbarukan,” kata Firdaus.
Maka dari itu, Firdaus meminta masyarakat untuk lebih teliti dan tidak mudah terbuai oleh janji-janji transisi energi masing-masing dari masing-masing calon.
Baca Juga: Viral di TikTok, Momen Prabowo Subianto Menjulurkan Lidah saat Debat Capres Perdana
Firdaus juga meminta masyarakat untuk mencari tahu seberapa besar dana kampanye yang bersumber dari industri fosil tersebut.
“Jika para capres itu serius akan melaksanakan agenda transisi energi bila terpilih menjadi presiden, mereka tidak akan takut membuka informasi terkait sumbangan para pemilik modal dari industri fosil,” kata Firdaus menegaskan.***
Share this article
Masyarakat diminta untuk lebih teliti dan tidak mudah terbuai oleh janji-janji transisi energi dari para capres.