AYOJAKARTA.COM -- Menjadi bagian dari kepribadian, setiap individu memiliki gaya bicara yang cenderung berbeda satu sama lainnya.
Gaya bicara yang meliputi unsur diksi, intonasi ekspresi, dan cara penyampaian, merupakan cerminan langsung dari sifat dan kepribadian seseorang.
Pengalaman dan perjalanan hidup seseorang merupakan salah satu penentu nilai kepribadian seseorang dan tergambarkan dengan jelas melalui gaya bicara.
Tanggapan senada tentang hubungan kepribadian dengan gaya bicara juga menjadi tinjauan utama seorang Penulis asal Amerika bernama Joe Navarro.
Joe meyakini, hanya dengan mengetahui gaya bicara, kesesuaian ekspresi, penentuan diksi, serta aksi dapat menjadi penentu kualitas kepribadian seseorang.
Melalui konsep yang disebut dengan Psikolinguistik, kepribadian seseorang dapat diketahui melalui kesesuaian dalam menentukan diksi, intonasi, irama serta ekspresi.
Menurut Joe, pilihan kata atau diksi dalam menyampaikan informasi merupakan cerminan yang menggambarkan tingkat kecerdasan intelektual seseorang.
Baca Juga: Tips Android: 3 Fitur yang Sebaiknya Dimatikan agar HP Tidak Kena Hack, Apa Saja?
Bukan sekedar menempatkan istilah-istilah asing untuk terlihat menawan, tetapi menyesuaikan dengan lawan bicara.
Selain pilihan diksi, intonasi juga memiliki peranan sangat penting dalam mengamati kepribadian seseorang.
Melalui intonasi, kecerdasan emosional seseorang dapat diketahui karena merupakan refleksi yang terpantul dari dalam diri.
Seseorang dengan tempo bicara lambat, sedang atau cepat, mencerminkan tensi emosi dan cenderung membawa lebih banyak pesan dari pernyataan yang diucapkan.
Berdasarkan pada sejumlah pertimbangan tersebut, Joe kemudian memberikan peta atau kategori kepribadian seseorang berdasarkan gaya bicara.
Sarkasme berbeda dengan gaya bicara Slank atau kotor, sarkasme memiliki kecenderungan lebih frontal melalui kemasan berupa majas atau kata-kata sindiran.
Individu yang cenderung berbicara sarkasme, selain dikenal sebagai individu yang cerdas juga mencerminkan kepribadiannya mandiri.
Berbicara Lembut, individu dengan gaya bicara lembut dengan wajah tertunduk atau ekspresi malu-malu dianggap memiliki masalah kepercayaan diri.
Baca Juga: 10 Kelemahan Golongan Darah O yang Tak Diketahui Banyak Orang, Apa Saja?
Gaya bicara Pelan, seseorang dengan jenis gaya bicara semacam ini dipercaya memiliki sifat cerdas, pemikir, dan toleran dalam mendengar.
Jenis gaya bicara keempat adalah Cepat, menunjukkan kepribadian seseorang yang ingin didengar dan mendapat perhatian.
Berbicara Keras atau lantang tanpa melihat kondisi, selain menggambarkan seseorang dengan kepribadian tegas, juga bisa berarti ingin mendominasi dan butuh perhatian.
Seseorang yang memiliki gaya bicara keras dan lantang, juga menunjukkan sifat ingin dipuji atau diakui eksistensinya oleh orang lain.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Perempuan Sederhana tapi Banyak yang Cinta, Dimudahkan Segala Urusan Salah Satunya
Selain menjadi indikasi pengalaman, Joe juga berpendapat gaya bicara merupakan cermin terbaik untuk melihat kebahagiaan atau luka batin seseseorang.
Semakin positif akan semakin menampakkan rasa bahagia, sementara suasana hati terluka akan terlihat melalui kata-kata negatif.***

Share this article
Menjadi bagian dari kepribadian, setiap individu memiliki gaya bicara yang cenderung berbeda satu sama lainnya.