AYOJAKARTA.COM – Untuk mendapatkan tambahan energi, sebagian orang mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein, permen karet atau produk penambah energi.
Survei RestoreZ tahun 2020 terhadap 2.000 orang Amerika, mengatakan bahwa 42% orang merasa kekurangan energi sejak tengah hari.
Banyak hal yang dapat mempengaruhi energi seseorang, salah satunya adalah gaya hidup, seperti membatasi karbohidrat atau tidak mengonsumsi cukup kalori yang akhirnya membuatmu merasa lelah sepanjang hari.
Baca Juga: 7 Kebiasaan yang Bisa Jadi Rahasia Umur Panjang, Paling Jitu Cukup dengan Sering Tertawa?
Alasan lain bisa juga karena kamu tidak minum cukup air, sehingga hal itu dapat menurunkan tingkat energi pada tubuh.
Berikut adalah kebiasaan buruk yang menguras energi, dikutip AyoJakarta dari EatingWell, Minggu (17/9/2023).
Apa kebiasaan utama yang Harus dihentikan agar lebih banyak energi?
Baca Juga: Tak Perlu Tebar Pesona, 10 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Membuatmumu Terlihat Sangat Berkharisma
Kebiasaan buruk nomor satu yang menyebabkan kurangnya energi adalah kurang tidur.
Seperti halnya makanan dan air, tidur merupakan kebutuhan dasar manusia, menurut American Academy of Sleep Medicine, kebanyakan orang dewasa membutuhkan tujuh jam atau lebih setiap malamnya.
Namun, CDC melaporkan bahwa satu dari tiga orang dewasa tidak memiliki waktu tidur berdasarkan rekomendasi tersebut.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Awet Muda dan Panjang Umur, Sudah Banyak Terbukti Lho
Dan kurang tidur bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan, karena hal ini dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan, suasana hati dan fungsi otak, sehingga kamu lebih rentan terhadap sejumlah masalah medis mulai dari penyakit jantung, depresi hingga kanker.
Bagaimana tidur bisa mempengaruhi energi?
Menurut MedlinePlus, kelelahan bisa terjadi akibat kurang tidur, entah karena kualitas atau kuantitas yang buruk, seperti sulit tertidur dan sering terbangun di malam hari.
Baca Juga: 4 Kebiasaan Kecil Ini Buat Kamu Jadi Sosok Berkelas! Yuk Coba
Menurut review tahun 2023 yang diterbitkan di StatPearls, tidur membantu tubuh kamu menghemat energi, sehingga kamu dapat beraktivitas banyak di siang hari.
Tidur memulihkan energi dengan memperbaiki dan mengisi kembali proses seluler yang terkuras saat aktivitas di siang hari, seperti pertumbuhan jaringan dan perbaikan otot.
Jika salah satu tujuan utama tidur adalah untuk menghemat dan memulihkan energi, maka tidak heran mengapa istirahat yang cukup dapat menyegarkan tubuh dan membantumu menjadi lebih fokus.
Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Ternyata Bikin Kamu Tambah Pintar, Apa Saja?
Hormon juga mungkin berfluktuasi tergantung pada kualitas tidur. Menurut ulasan di StatPearls, kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol.
Tingkat kortisol yang tinggi dikaitkan dengan depresi, kecemasan dan stres, yang pada akhirnya hal ini akan menguras energi.
Selain itu, penelitian tersebut menyebutkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan kadar testosteron.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari, Rutin Bangun Jam Berapa?
Testosteron berfungsi untuk meningkatkan pembawa pesan kimia di otak, yaitu serotonin dan GABA.
GABA berfungsi sebagai penambah tidur dan pereda stres, sementara serotonin membantu memulai dan mempertahankan tidur.
Harvard Health mencatat bahwa kurang tidur dikaitkan dengan meningkatnya ciri peradangan, termasuk protein C-reaktif, sitokin, dan interleukin-6.***

Share this article
Kebiasaan buruk utama yang tenyata jadi penyebab kurangnya energi atau tenaga dalam tubuh adalah kurang tidur.