AYOJAKARTA.COM - Menggelar konser di Indonesia, group band Coldplay berhasil membuat suasana di stadion Gelora Bung Karno menjadi berwarna-warni.
Kemeriahan dan warna-warni di setiap konser Coldplay tersebut, tidak terlepas dari teknologi di gelang jutaan penonton yang dirancang oleh Xyloband.
Dengan teknologi rancangan Xyloband yang tertanam di dalam gelang ini, maka pengunjung konser Coldplay bisa ikut berpartisipasi dalam atraksi lampu yang spektakuler.
Baca Juga: Bukan Hanya Penipuan Tiket Coldplay, Ini Segudang Aksi Kebohongan Ghisca Debora
Nyala lampu yang terpancar dari gelang Xyloband atau Wristband ini terhubung melalui radio atau suara sebagai bentuk sinkronisasi atau penyesuaian.
Selain dibuat dengan bahan plastik yang ramah lingkungan, lampu LED di dalam gelang juga mampu hidup selama 19 jam.
Salah satu hal unik dari gelang tersebut adalah, bisa mengeluarkan nyala lampu setiap kali terdengar lagu-lagu Coldplay dalam jarak dekat.
Meski terbilang keren, namun setiap pengunjung konser Coldplay tidak diberikan gelang tersebut secara gratis, melainkan hanya dipinjamkan.
Karena itulah setiap kali selesai pertunjukkan berlangsung, para penonton yang akan keluar dari lokasi konser diminta untuk mengembalikan gelang tersebut.
Namun dalam pertunjukkan konser Coldplay tanggal 15 November 2023 lalu, jumlah pengembalian gelang Xyloband menjadi sorotan.
Baca Juga: Sosok Gischa Debora Mahasiswi yang Terlibat Penipuan Tiket Coldplay: Gadis Cantik Tapi Suka Bohong!
Menurut sejumlah kabar, disebut persentase atau jumlah pengembalian gelang tersebut hanya berada di angka 52 persen.
Atau dengan kata lain, sebanyak 48 persen pengunjung yang hadir di konser Coldplay pekan lalu tidak mengembalikan gelang lampu tersebut.
Minimnya tingkat pengembalian Xyloband Coldplay sempat menjadi polemik tersendiri di kalangan pecinta musik.
Selain dinilai telah mencoreng nama Indonesia sebagai penyelenggara, kecilnya angka pengembalian gelang juga menunjukkan minimnya kesadaran.
Karena alasan tersebut, kemudian pihak manajemen Coldplay melakukan perhitungan ulang terhadap gelang-gelang tersebut.
Hasilnya, manajemen Coldplay mengkonfirmasi kepada pihak promotor acara bahwa tingkat pengembalian tidak sebagaimana banyak diberitakan.
Kepada TEM Presents dan PK Entertainment selaku Promotor, manajemen Coldplay memastikan tingkat pengembalian Xyloband mencapai 77 persen.
Dengan adanya kepastian jumlah pengembalian tersebut, maka masyarakat diminta untuk tidak lagi menyebarkan informasi yang keliru.
Adanya kepastian jumlah pengembalian gelang yang mencapai angka 77 persen, juga mendapat tanggapan dari warganet Indonesia.
Menurut warganet pemilik akun @*etrizkiyans*, 23 persen pengunjung konser Coldplay yang tidak mengembalikan gelang adalah perilaku kampungan.
Selain ada yang menganggap kampungan, ada juga warganet yang berspekulasi tentang harga jual gelang Xylo di pasaran.
“Harga jual bakal naik mengingat supply hanya 23 persen di pasar sekunder,” tulis akun @*uedjok*yang dikutip Ayojakarta, Rabu 22 November 2023 dari akun Instagram @aulamusik. ***

Share this article
Dengan teknologi gelang Xyloband pengunjung konser Coldplay bisa ikut berpartisipasi dalam atraksi lampu yang spektakuler.