AYOJAKARTA.COM – Psikosomatik merupakan kondisi psikologis yang berakibat pada gejala fisik.
Gangguan psikosomatik ini bisa mempengaruhi pada hampir semua bagian tubuh kamu.
Misalnya, ketika kamu gugup, biasanya akan mengalami lutut gemetar, kepala pusing, keluar keringat dingin, atau jantung berdebar-debar, itu semua merupakan pengaruh dari psikosomatik.
Dalam gejala yang ringan, semua orang pernah mengalami psikosomatik, termasuk kamu.
Baca Juga: Jika 4 Poin Ini Sudah Terpenuhi Dipastikan Pinjaman KUR Calon Nasabah Akan Segera Cair
Dan pada kasus yang berat, psikosomatik bisa memicu serangan jantung, stroke, atau penyakit lainnya.
Pengertian Psikosomatik
Gangguan psikosomatik adalah kondisi psikologis yang melibatkan timbulnya gejala-gejala secara fisik, yang biasanya tidak memiliki penjelasan medis.
Orang dengan gangguan psikosomatik ini memiliki pikiran, perasaan, atau kekhawatiran yang berlebihan mengenai gejala-gejala tersebut, yang mempengaruhi kemampuan fisik untuk berfungsi secara baik.
Mereka yang memiliki gangguan psikosomatik ini biasanya tidak menyadari gejala gangguan kejiwaan mereka.
Sebaliknya, mereka percaya bahwa masalah yang dihadapinya disebabkan oleh kondisi medis.
Akibatnya, mereka dengan gangguan psikosomatik ini hanya mendatangi fasilitas medis non mental untuk melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Bergelimang Harta, Jusuf Hamka Tak Perlakukan Anak Layaknya Sultan: Saya Pelit-Pelitin
Seringkali, hasil dari pemeriksaan itu tidak memberikan diagnosis yang tepat tentang masalah yang mereka hadapi.
Siapa saja yang bisa mengalami gangguan psikosomatik?
Gangguan psikosomatik bisa dialami siapa saja, pada usia berapapun, untuk kategori ringan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya.
Beberapa penelitian menemukan bahwa hal-hal tertentu dapat membuat orang lebih mungkin mengalami gejala psikosomatik, yaitu:
- Gaya hidup yang kacau.
- Kesulitan mengenali dan mengekspresikan emosi.
- Penelantaran masa kecil.
- Riwayat pelecehan seksual.
- Kondisi psikologis lainnya, seperti depresi atau gangguan kepribadian.
- Penyalahgunaan zat (seperti alkoholisme atau kecanduan narkoba).
- Pengangguran.
Baca Juga: Alasan Utama Mengapa HP Layar Lengkung Menjadi Pilihan Terbaik Anda
Bagaimana psikosomatik berpengaruh pada tubuh manusia?
Gangguan psikosomatik dapat mempengaruhi hampir semua bagian tubuh manusia.
Secara umum, pengaruhnya meliputi:
- Kelelahan
- Insomnia
- Rasa sakit dan nyeri, seperti nyeri otot atau nyeri punggung.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Kesulitan bernapas (sesak nafas).
- Gangguan pencernaan (sakit perut).
- Sakit kepala dan migrain.
- Disfungsi ereksi (impotensi).
- Ruam kulit (dermatitis).
- Tukak lambung (penyakit tukak lambung).
Penyebab dan gejala psikosomatik
Sampai hari ini, beberapa ahli medis dalam bidang psikiatri masih belum bisa secara pasti menemukan penyebab psikosomatik.
Beberapa orang percaya, bahwa kondisi stres bisa melepaskan hormon dan bahan kimia di dalam tubuh yang menyebabkan kerusakan atau disfungsi.
Selain gejala-gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, orang dengan gangguan psikosomatik juga mengalami:
Baca Juga: Kini Jadi Konglomerat, Jusuf Hamka Pernah Pura-pura Ngaku Punya Perusahaan saat Muda Demi Dapat Ini
- Marah atau mudah tersinggung.
- Mengalami depresi atau cemas.
- Mengalami kesulitan di tempat kerja, sekolah, atau acara sosial.
Nah, jika kamu memiliki banyak masalah dan tidak kunjung selesai, maka akan lebih baik jika tetap menjaga pikiran tetap positif.
Atau, jika memungkinkan, kamu bisa mencurahkan isi hati atau pikiran kamu kepada orang-orang yang bisa kamu percaya dan menjaga rahasiamu.***
Baca Juga: Ini Dia 10 Kampus Tertua di Indonesia, Ada yang Berdiri 2 Tahun Setelah Kemerdekaan Indonesia Lho!

Share this article
Psikosomatik merupakan ganguan kejiwaan yang memiliki pengaruh terhadap fisik, apakah kamu pernah mengalaminya?