AYOJAKARTA.COM – Berada di wilayah perbatasan antara Jakarta Selatan serta Depok, Taman Margasatwa Ragunan atau TMR menjadi salah satu destinasi wisata pilihan warga.
Selain karena akses transportasi yang mudah, alasan lain yang membuat Taman Margasatwa Ragunan atau TMR menarik minat warga Jakarta dan sekitarnya adalah relatif murah.
Alasan lain penyebab Taman Margasatwa Ragunan atau TMR banyak dikunjungi warga Jakarta dan sekitarnya adalah beragam jenis flora dan fauna yang dapat dilihat.
Karena kombinasi dari sejumlah variabel tersebut, tidak mengherankan jika setiap hari terdapat ribuan wisatawan dari berbagai asal selalu berkunjung.
Persentase jumlah pengunjung di TMR, dalam waktu dekat diprediksi akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Hal tersebut dikarenakan Gubernur Jakarta telah berencana untuk menambah jam operasional bagi pengunjung untuk melakukan wisata di malam hari atau Wisata Malam.
Guna merealisasikan Wisata Malam di TMR, Pramono Anung selaku Gubernur Jakarta saat ini telah melakukan berbagai upaya perencanaan serta pembiayaan.
Selain menyiapkan lahan parkir yang lebih nyaman dan aman bagi para pengunjung, sejumlah infrastruktur juga akan dilakukan penyesuaian.
Salah satu fasilitas yang masuk dalam rencana Gubernur Jakarta adalah menyiapkan kendaraan bus keliling bagi para pengunjung.
Dengan tersedianya sejumlah fasilitas yang mempermudah, setiap pengunjung berkesempatan untuk melakukan eksplorasi di lahan seluas 127 Hektar.
“TMR ini akan saya perbaiki, dan saya berpikir apakah sudah waktunya Ragunan ini dibuat tidak hanya siang, tetapi juga malam,” ungkap Pramono dikutip Ayojakarta dari YouTube tvOneNews.
Baca Juga: Polemik Tunjangan Rumah DPR RI Capai RP50 Juta per Bulan, Ini Rincian Gajinya!
Selain mudah diakses oleh warga Jakarta dan sekitarnya, lokasi TMR yang berada di tengah kota juga dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Jauh sebelum menjadi lokasi tujuan wisata paling diminati, sekumpulan bangsawan Indonesia telah menitipkan embrio lahirnya Taman Margasatwa Ragunan.
Berdiri pertama kali pada 1864 di atas tanah milik Pelukis Raden Saleh, keberadaan Kebun Binatang Cikini mulai mendapat pengukuhan dari pemerintah Hindia Belanda pada 1874.
Diperoleh secara hibah dari warga, Kebun Binatang Cikini pada tahun pertama pembentukan hanya memiliki Harimau Benggala serta seekor Tapir.
Untuk menambah daya tarik pengunjung, Raden Saleh juga menyajikan sejumlah wahana bermain bagi anak-anak serta kolam renang.
Sejalan dengan perkembangan zaman, lokasi Kebun Binatang Cikini yang terus dipadati dengan pemukiman, mulai dialihkan ke kawasan Ragunan.
Guna mengingat momen patriotik tersebut, setiap pengunjung Taman Margasatwa Ragunan dapat melihat Patung Raden Saleh di salah satu sudut. ***

Share this article
TMR Ragunan jadi destinasi murah & mudah diakses warga. Kini direncanakan buka wisata malam dengan fasilitas baru menarik.