AYOJAKARTA.COM - Di era digital saat ini, batasan antara pekerjaan dan kehidupan semakin kabur, sehingga penting untuk membangun work life balance.
Mencapai work life balance dalam hidup adalah sangat penting untuk kedamaian batin, kesejahteraan mental, produktivitas dan menjaga hubungan yang sehat.
Tanpa keseimbangan tersebut, kita berisiko mengalami kelelahan, hubungan yang tegang, dan kehilangan tujuan, pada intinya, keseimbangan adalah sesuatu yang menjaga kita untuk tetap bertahan.
Berikut adalah rekomendasi buku work life balance yang dikutip oleh AyoJakarta.com dari LifeHack, pada Senin (8/28/2023):
Baca Juga: Tips Gaya Hidup Frugal Living dengan Gaji Rp 3-5 Juta, Hemat Bukan Berarti Pelit
1. “The 4-Hour Workweek” by Timothy Ferriss
Ferriss merevolusi pola kerja tradisional dari sembilan menjadi lima jam, dia memperkenalkan metode untuk menyederhanakan pekerjaan.
Dimana metodenya menekankan bahwa jam kerja yang lebih pendek dapat menghasilkan kehidupan yang seimbang di mana gairah di luar pekerjaan dapat berkembang.
Dia juga memperkenalkan ide selective ignorance, yaitu mengabaikan atau menghindari informasi atau tugas yang tidak perlu untuk menjaga pikiran yang jernih dan kehidupan yang seimbang.
Baca Juga: 5 Tanda Orang yang Mudah Menarik Keberuntungan dalam Hidup, Cek Apakah Kamu Salah Satunya?
2. “Essentialism: The Disciplined Pursuit of Less” by Greg McKeown
McKeown mengenalkan ide bahwa melakukan segalanya justru itu tidak produktif.
Dia menyiapkan proses rinci untuk memahami apa yang benar-benar penting di tempat kerja dan bagaimana cara menghilangkan sisanya.
Dia menganjurkan kualitas daripada kuantitas, memastikan ada waktu tersisa untuk perkembangan pribadi untuk mencapai kehidupan yang seimbang.
Baca Juga: Lakukan 6 Kebiasaan Kecil Ini Agar Hidup Lebih Tenang, Hindari Masalah hingga Banyak Tersenyum
3. “Boundaries: When to Say Yes, How to Say No to Take Control of Your Life” by Henry Cloud and John Townsend
Membangun batasan-batasan sangat penting untuk menjaga kewarasan di lingkungan kerja dan personal.
Dengan berani mengatakan 'tidak' ketika diperlukan di tempat kerja apabila itu diluar tanggung jawab kamu, maka itu membantu untuk memastikan waktumu tidak terganggu untuk hal lain.
Buku ini memberikan strategi untuk menetapkan dan menjaga batasan-batasan yang jelas di tempat kerja, mencegah tugas atau tanggung jawab yang bukan milikmu merampas waktu pribadi.
Baca Juga: 6 Tanda yang Menunjukkan Kamu Sudah Dewasa Dalam Hidup, Apa Saja? Yuk Simak!
4. “The Full Life Framework: The Essential Guide” by Leon Ho
Dalam buku ini menjelaskan bahwa mengabaikan salah satu aspek kehidupan bisa menyebabkan aspek lainnya menderita.
Buku ini menawarkan kerangka kehidupan untuk menyeimbangkan enam area penting dalam hidup.
Kemudian memanfaatkan keterampilan dan kekuatan yang dimiliki untuk mengembangkan aspek kehidupan yang lain.
Baca Juga: Cara Atur Gaji Ala Frugal Living, Gaya Hidup yang Cocok untuk Kaum Boros
5. “The Miracle Morning: The Not-So-Obvious Secret Guaranteed to Transform Your Life (Before 8AM)” by Hal Elrod
Elrod menekankan manfaat pagi hari, dia menguraikan enam cara hidup, yaitu S.A.V.E.R.S. (Silence, Affirmations, Visualization, Exercise, Reading, and Scribing).
Dimana buku ini berfokus bagaimana memanfaatkan waktu pagi untuk memastikan kamu memiliki waktu untuk pertumbuhan diri sebelum memulai pekerjaan.
Dengan memanfaatkan waktu pagi untuk pertumbuhan diri, kita dapat menetapkan batasan dalam sehari, sehingga pekerjaan tidak sepenuhnya menghabiskan waktu pribadi.***

Share this article
Mencapai work life balance dalam hidup adalah sangat penting untuk kedamaian batin untuk memiliki hidup sehat.