GAMBIR, AYOJAKARTA - Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) XI menyoroti
publik sebagai elemen yang tak terpisahkan dari seni dan mengeksplorasi hubungan antara karya seni dan publiknya.
Berdasarkan hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta saat ini terlibat menjadi salah satu strategic partner ICAD 2021 dengan melakukan kerja sama kepada berbagai venue dan brand yang memiliki desain beragam, serta seni yang unik khas Jakarta Selatan.
Dalam 11 kali penyelenggaraannya, ICAD selalu menjadi wadah para pelaku seni dan desain untuk menunjukkan karyanya kepada publik. Tahun ini juga merupakan tahun internasional ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan.
"Kehadiran ICAD XI menjadi bukti pelaku industri kreatif selalu berinovasi dan beradaptasi serta menunjukkan kebangkitan ekonomi kreatif di DKI Jakarta. Kami berharap, Jakarta terus menjadi rumah bagi pelaku ekonomi kreatif dan kita bersama-sama tumbuh dan berkembang," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, dalam keterangannya, Sabtu (23/10/2021).
Andhika melanjutkan, ICAD XI juga diadakan sebagai selebrasi dan aktivasi kawasan Kemang sebagai salah satu creative hub di Jakarta. Hal ini sesuai dengan komitmen DKI Jakarta yang membenahi trotoar Kemang untuk membangun ekosistem pejalan kaki, ekosistem komersial, dan sistem kebudayaan yang baik.
"Sesuai komitmen Pemprov DKI yang memprioritaskan pejalan kaki, diharapkan fasilitas pejalan kaki yang baik ini dapat membuat warga lebih nyaman dalam mengunjungi berbagai tempat selebrasi Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) yang ke 11," lanjutnya.
Pameran ICAD yang akan berlangsung dari 21 Oktober hingga 28 November 2021ini dikonsentrasikan ke dalam beberapa kategori, yaitu In Focus (seniman dan desainer terkemuka dari Indonesia yang diundang), Artis Tamu (seniman dan desainer internasional yang diundang), Next Gen (seniman muda inovatif yang diundang), dan Open Submission.
Tahun ini ICAD XI mengangkat tema "Publik" sebagai elemen yang tak terpisahkan dari seni, artinya meyakini pentingnya publik sebagai audiens, pengguna, konsumen, dan penentu tren. Oleh karenanya, ICAD XI mendorong para seniman dan desainer yang berpartisipasi untuk merespons zaman kini melalui ide-ide spekulatif tentang apa yang mungkin relevan dengan publik pasca-pandemi.
Selain instalasi spesial dari B.J. Habibie dan Irvan A. Noe’man, ICAD XI menampilkan puluhan desainer, seniman, arsitek, musisi, komunitas dan institusi Indonesia dan internasional. ICAD XI juga akan menghadirkan lebih dari 35 program, seperti pemutaran film, masterclass, diskusi, workshop, dan penampilan daring yang diselenggarakan bersama institusi mitra lokal dan internasional.
Selain seniman indonesia ICAD XI melibatkan seniman dari 7 negara lainnya, yaitu Myanmar, Tiongkok, Singapura, Serbia, Filipina, Jepang, dan Perancis.

Share this article
ICAD selalu menjadi wadah para pelaku seni dan desain untuk menunjukkan karyanya kepada publik. ICAD XI juga diadakan sebagai selebrasi.