JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Di tengah krisis kesehatan nasional yang belum pulih, informasi sesat atau hoax seputar wabah COVID-19 kian merajalela.
Hari ini beredar informasi bahwa PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengosongkan dua gedung kantor mereka di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat dan di kawasan Jakarta Kota, Jakarta Barat.
Informasi yang beredar lewat jaringan WhatsApp itu menyebut pengosongan gedung dilakukan menyusul wafatnya karyawati BNI Kramat tadi malam.
"Pemimpin UKC, kondisi terakhir ODP. hr ini gedung bni kramat dikosongin. cepet bgt prosessnyaaa ya Allah. rabu lalu almh masih komite, ijin pulang krn gak enak badan, batuk2, kondisi makin memburuk masuk ICU, semalem meninggal.. Segenap DGM, SVP, Kelompok, RM dan pegawai HLB.. hari ini ada 2 gedung BNI yg di lockdown yaitu: Gedung BNI Kramat, Gedung BNI Jakarta Kota," demikian isi pesan berantai tersebut.
Juga diimbuhi imbauan: "Tolong teman2 yg pernah kesana dalam 14 hari sebelum nya agar memeriksakan diri.. apakah mengalami gejala : Panas, Flue pilek, Batuk. Untuk jaga2 agar tidak usah masuk selama 14 hari."
Redaksi coba mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut ke seorang karyawan BNI.
AYO BACA : Ini Keterangan BNI Tentang Karyawannya yang Dikabarkan Wafat karena COVID-19
"Hoax bang," jawabnya setelah redaksi meneruskan pesan berantai itu.
Ketika redaksi memberikan tautan berita media online soal seorang pegawai BNI yang dinyatakan positif terkena COVID-19, ia membenarkan.
Namun ia pastikan karyawan yang positif COVID-19 itu tidak berkantor di BNI Kramat.
"Beda tempat bang, (kantor pegawai yang terjangkit COVID-19) bukan Kramat," sanggahnya lagi.
Dua hari lalu, Corporate Secretary BNI, Meiliana, kepada media massa mengatakan, pegawai BNI yang dinyatakan positif COVID-19 sudah dalam penanganan medis dan dalam kondisi stabil.
Meliana mengatakan, pegawai tersebut sehari-hari tidak bertugas di unit yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Demi menekan penyebaran COVID-19, BNI menerapkan penyesuaian sistem kerja. Tindakan ini diambil perseroan dalam rangka memberikan perlindungan maksimal kepada pegawai, keluarganya, dan nasabah dari kemungkinan terjangkit COVID-19 yang sudah ditetapkan WHO sebagai pandemi global.

Share this article
Informasi yang beredar lewat jaringan WhatsApp itu menyebut pengosongan gedung dilakukan menyusul wafatnya karyawati BNI Kramat tadi malam.