SURABAYA, AYOJAKARTA.COM -- Pengamat Media Sosial Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) Jokhanan Kristiono mengapresiasi komunitas Indonesia Social Media Network (ISMN).
Melalui ISMN, media mainstream dan homeless media kini tidak lagi memiliki gap (jarak), tapi mengubah gap jadi wadah untuk saling bersinergi, berkolaborasi, dan bekerja sama.
“Adanya ISMN, komunitas yang dibangun Ayo Media Network untuk membangun jejaring, para homeless media dan media mainstream ini, mereka dapat menyamakan visi, bukan cuma kolaborasi tapi ada kerja nyata,” kesannya.
Jo, panggilan Jokhanan Kristiono mengungkap, media mainstream dan homeless media berbeda dengan perkembangan teknologi.
Tren dari perkembangan teknologi bisa terus naik dan menjulang tinggi. Namun dinamika antara media mainstream dan homeless media bagaikan deret hitung dan deret ukur. Butuh waktu bagi masyarakat dalam beradaptasi.
“Sering kali tergopoh-gopoh. Ini menjadi tantangan, bagaimana masyarakat bisa menghadapi, mengadopsi teknologi informasi. Sedangkan media mainstream harus siap beradaptasi dengan kondisi sekarang,” jelasnya.
Jo menyampaikan bahwa homeless media bisa berdampak positif dan negatif, seperti dua sisi perkembangan teknologi.
Apabila teknologi digunakan dengan bijak, maka akan bernilai positif. Begitu sebaliknya, jika teknologi disalahgunakan, maka bisa juga berdampak buruk.
Kondisi itu tak jauh beda dengan media mainstream dan homeless. Media mainstream dituntut harus menyuguhkan pemberitaan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Efeknya membuat media mainstream lebih lambat dalam mendistribusikan karya jurnalistik. Kelemahan ini menjadi peluang bagi homeless media.
“Secara umum, homeless media ini bisa menyiarkan informasi lebih cepat dan lebih dekat kepada masyarakat, tapi punya kelemahan yaitu akurasi informasi yang disuguhkan,” tambahnya.
Kondisi tersebut, kata dia, media mainstream maupun homeless harus saling beradaptasi dalam komitmen menyuguhkan berita fakta atau informasi yang akurat.
“Perubahan sosial itu adalah sebuah tantangan. Dulu muncul dulu infotainment, apakah ini karya jurnalistik? Memang prosesnya iya, tapi produknya bukan. Maka itu harus saling beradaptasi,” tegasnya.
Jo mengaku, ISMN ini penting karena menjadi wadah media mainstream dan homeless. Bahkan ISMN sudah menyoroti adanya ruang kosong dalam payung hukum di Indonesia.
“Saya suka, ISMN jadi wadah menyamakan visi media mainstream dan homeless,” ucapnya.
Ia berpesan, media mainstream dan homeless itu sama-sama media. Artinya, kaidah jurnalistik harus dijunjung tinggi, menyuguhkan berita fakta dengan informasi yang akurat.
“Tetaplah berada di jalur yang benar, artinya berada koridor kebenaran berdasarkan fakta, karena informasi ini terpapar disrupsi informasi, belum tentu kebenarannya. Tapi demi tren atau viral, jadi ikut-ikutan mengunggah konten itu,” pungkasnya.
ISMN Meet Up Surabaya 2026 diikuti oleh sekitar 50 homeless media dari Surabaya raya menghadirkan narasumber Jokhanan Kristiono sebagai pengamat media sosial dari Stikosa AWS, Founder ISMN Arif Budianto, Pemimpin Redaksi Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto, dan Co-Founder Infogresik Muhamad Irwan.
ISMN Meet Up Surabaya 2026 hasil kerja sama Ayo Surabaya.com, Beritajatim.com, dan Jatim Connect. Serta disponsori oleh Bank Mandiri, Noor Dinar, Pelindo Regional 3, Telkom Indonesia, Pertamina Hulu Indonesia, J&T Cargo, PT Alur Pelayaran Barat Surabaya, Bumi Suksesindo Copper and Gold, PT Dharma Lautan Utama, Cogu Space, dan Diskominfo Provinsi Jawa Timur.
Indonesia Social Media Network (ISMN) merupakan komunitas dan jejaring media sosial (homeless media). ISMN di bawah naungan Ayo Media Network ini, terbentuk sejak 2025.
ISMN telah menggelar berbagai kegiatan seperti ISMN Meet Up, diskusi, kolaborasi komunitas, hingga program kreatif bersama brand dan media regional.
ISMN Meet Up sebelumnya sukses digelar di tiga kota besar yaitu Bandung, Semarang, dan Yogyakarta dengan peserta lebih dari 150 homeless media.
ISMN terus membuka ruang kolaborasi dengan media lokal atau pengelola akun media sosial lainnya di seluruh Indonesia untuk membangun jejaring di daerahnya atau menggelar event Bersama. Informasi dan kontak ISMN dapat mengakses website www.indonesiasocialmedianetwork.id. ***

Share this article
Pengamat puji ISMN Meet Up Surabaya 2026! Dinilai sukses jadi wadah strategis yang bikin ekosistem media sosial jadi jauh lebih sehat.