JAKARTA, AYOJAKARTA.COM — Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, menyatakan sistem penganggaran elektronik atau e-budgeting bertujuan untuk transparansi.
Itu dikatakannya menyusul tudingan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang menyalahkan sistem "warisan" e-budgeting yang dijalankan pemerintahan sebelum dirinya sehingga membuat banyak kekeliruan input data dalam halaman apbd.jakarta.go.id.
"Aku tidak mau berkomentar, sudah lupa. Yang pasti karena e-budgeting semua orang tahu pengeluaran APBD DKI," kata Ahok dalam pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/11/2019).
Meski begitu, Ahok mengaku dirinya sudah lupa mengenai tata cara penganggaran dengan sistem e-budgeting yang dilaksanakan di saat ia menjabat gubernur.
"Yang pasti karena e-budgeting itu semua orang yang mau tahu pengeluaran uang APBD DKI bisa dapatkan datanya, mulai dari pembelian pulpen, aibon, hingga UPS (uninterruptible power supply),” tambah Ahok.
AYO BACA : Dinas Pendidikan DKI: Rencana Beli Lem Aibon Rp 82 Miliar Hanya Salah Ketik
Yang pasti menurut Ahok, sistem tersebut bisa berjalan baik bila sumber daya manusia (SDM) yang ada juga berkualitas.
"Sistem itu berjalan baik jika yang input datanya tidak ada niat mark-up apalagi maling. Untuk mencegah korupsi, hanya ada satu kata yaitu transparansi," ucapnya.
Kemarin, Anies Baswedan menyalahkan sistem e-budgeting yang menurutnya tidak pintar (smart) sehingga menghasilkan anggaran janggal.
"Kalau ini adalah smart system, dia bisa melakukan pengecekan, verifikasi, bisa menguji. Saat ini sistem digital, tapi masih mengandalkan manual untuk verifikasi, sehingga kalau mau ada kegiatan-kegiatan akhirnya jadi begini ketika menyusun RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah)," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Menurut Anies, jika pengecekannya dilakukan secara manual maka pada akhirnya akan selalu ditemukan masalah serupa.
"Kami perhatikan sistemnya harus diubah supaya begitu mengisi, hasil komponennya relevan," kata Anies.
AYO BACA : Selain Lem Aibon, William Bongkar Kejanggalan Lain Pengajuan Anggaran Pemprov DKI

Share this article
Yang pasti menurut Ahok, sistem tersebut bisa berjalan baik bila sumber daya manusia (SDM) yang ada juga berkualitas.