TEBET, AYOJAKARTA -- Akhir tahun biasanya menjadi pilihan orang untuk menggelar resepsi pernikahan. Apalagi kalau ada tanggal-tanggal cantik di bulan Desember.
Bagi wedding organizer (WO) atau jasa perencana pernikahan tentu hal itu menjadi peluang untuk mendapatkan klien.
Namun, pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir membuat WO harus bekerja keras mendapatkan order pada akhir tahun ini. Apalagi pemerintah sudah menerbitkan kebijakan tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama 24 Desember sampai 2 Januari 2022.
“Biasanya kalau ada tanggal cantik itu, kita bisa handle 3 weeding sekaligus,” ucap Alya Siti Dwi Julia, salah satu tim wedding organizer dari Rafania Decor.
Meski begitu kondisi sekarang berbeda dengan saat awal Covid-19 di mana banyak resepsi pernikahan ditunda bahkan dibatalkan. Kini orang lebih yakin untuk menggelar pesta perkawinan.
Bagi WO, menyelenggarakan resepsi pernikahan pada masa pandemi ini punya tantangan tersendiri. Mereka harus pandai-pandai mengatur segala sesuatunya demi kesuksesan acara klien.
Untuk mencapai kesuksesan acara butuh komunikasi yang kuat antartim supaya tidak terjadi kesalahpahaman.
“Jika ada miss komunikasi antara tim WO, vendor atau klien, hampir 80% acara tidak akan berjalan dengan mulus,” ucap Alya Siti Dwi Julia, salah satu tim wedding organizer dari Rafania Decor.
Protokol Kesehatan
Satu tantangan yang dihadapi WO adalah ketentuan pembatasan waktu dan jumlah orang sesuai dengan protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah.
“Seharusnya tim WO yang diturunkan ke lapangan itu 8 orang, namun karena pandemi yang turun langsung ke acara hanya 6 orang karena dibatasi,” kata Alya.
Selain itu, kerap terjadi banyak tamu yang tidak menaati prokes. Tiba-tiba, Satgas Covid-19 daerah setempat datang untuk mengawasi dan memaksa acara dibubarkan karena dianggap melanggar.
“Untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan, tim kami selalu mengingatkan para tamu untuk menaati prokes, dan kami mengalokasikan tim di meja depan untuk melakukan pembatasan jumlah tamu dan pengecekan suhu,” ucap Alya.
Selain hal yang terkait dengan pandemi, tim WO juga kerap mendapatkan kendala lain seperti cuaca yang kurang mendukung pada akhir tahun yang sudah memasuki musim penghujan.
“Waktu itu ada acara yang digelar secara outdoor, namun tiba-tiba di pagi hari itu hujan. Ini menjadi tantangan untuk kita, di mana kita harus bisa meyakinkan acara ini bisa tetap berlangsung saat hujan dan menenangkan pengantin serta keluarganya,” ucap Alya.
Namun, tentunya tim WO juga telah mempersiapkan plan B yang juga telah disetujui oleh klien, vendor, dan tim WO itu.
“Kami tentu menyiapkan plan B, seperti memindahkan dari acara dari outdoor ke indoor. Namun, hal tersebut harus sudah kami informasikan terlebih dahulu kepada klien dan juga tim vendor. Sebab, untuk masalah ruangan tidak bisa dadakan,” ucap Alya. (Ardiyanti Widya Paramita)

Share this article
Akhir tahun biasanya menjadi pilihan orang untuk menggelar resepsi pernikahan. Apalagi kalau ada tanggal-tanggal cantik di bulan Desember.