AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta mencatat penurunan signifikan jumlah Rukun Warga (RW) yang masuk dalam kategori kumuh.
Berdasarkan hasil pendataan terbaru yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta kini tersisa 211 dari sebelumnya 445 RW pada 2017.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut penurunan ini mencapai sekitar 52,58 persen.
Ia menilai capaian ini patut disyukuri, meski berbagai tantangan di lapangan masih perlu diatasi secara berkelanjutan.

"Walaupun nanti ada 1.900 yang sebelumnya dianggap sudah tidak kumuh, tetapi saya juga setuju untuk lebih diperdalam. Jadi ada penurunan RW kumuh dari 445 di tahun 2017 menjadi 211 di tahun ini," ujar Pramono.
Meski mengalami penurunan, Pemprov DKI tetap berkomitmen untuk memprioritaskan penanganan RW kumuh.
Terutama RW yang berada di wilayah padat penduduk seperti di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Pramono mengatakan, wilayah tersebut nantinya akan mendapat perhatian.

"(Jakarta) Barat paling banyak dan itu memang di lapangannya hampir semua kelurahan saya sudah keliling dari 267, memang beberapa itu di Barat terutama misalnya di Tambora dan sebagainya," katanya.
Pramono pun mengapresiasi jajaran BPS atas kerja samanya dalam memetakan kondisi riil di wilayah Jakarta.
Ia juga meminta agar BPS dapat membantu memetakan jumlah ruang terbuka hijau yang ada di ibu kota.
Pramono optimistis, jumlah RTH di Jakarta saat ini juga mengalami peningkatan signifikan.***

Share this article
Berdasarkan hasil pendataan terbaru yang dilakukan bersama BPS, jumlah RW kumuh di Jakarta kini tersisa 211 dari sebelumnya 445 RW pada 2017.