AYOJAKARTA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau warga Ibu Kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Hal ini dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu serta masih tingginya tingkat polusi udara di Jakarta.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyebutkan bahwa kombinasi cuaca ekstrem dan polusi membuat masyarakat lebih rentan terserang infeksi virus atau bakteri pada saluran pernapasan, terutama saat daya tahan tubuh sedang menurun.

“Perubahan cuaca yang terjadi saat ini, ditambah paparan polusi udara yang masih cukup tinggi, dapat meningkatkan risiko masyarakat terkena ISPA. Karena itu, penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan kuat,” ungkap Ani pada Rabu (24/6/2026).
Faktor Pemicu dan Gejala ISPA
Menurut Ani, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko penularan ISPA, di antaranya udara kering, perubahan suhu yang tiba-tiba, masa pancaroba, hingga buruknya ventilasi ruangan.
Paparan asap rokok serta kondisi daya tahan tubuh yang lemah juga menjadi pemicu utama yang patut diwaspadai.
Masyarakat diminta mengenali gejala umum ISPA agar bisa segera melakukan tindakan pencegahan atau pengobatan, seperti:
- Batuk, pilek, dan bersin-bersin.
- Sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.
- Demam, sakit kepala, serta rasa lelah yang berlebihan.
Untuk mencegah penyakit ini, Dinkes DKI sangat menganjurkan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) secara disiplin.
Langkah-langkah yang disarankan meliputi penggunaan masker jika diperlukan, rutin mencuci tangan dengan sabun, menghindari asap rokok, serta mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal delapan gelas sehari.

Selain itu, masyarakat diharapkan menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan rutin berolahraga.
“Pencegahan merupakan langkah terbaik. Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat, risiko terkena ISPA dapat diminimalkan sehingga masyarakat tetap produktif dan sehat dalam beraktivitas,” tambah Ani.
Pihak Dinkes juga meminta warga untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat, seperti sesak napas, napas cepat, atau demam tinggi yang tidak kunjung membaik setelah lebih dari tiga hari pengobatan mandiri.***
Share this article
Dinkes DKI Jakarta mengimbau warga Ibu Kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).