AYOJAKARTA.COM -- Jakarta mengalami perubahan dalam Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Agustus 2024.
Berdasarkan data terbaru BPS, TPK hotel berbintang di Jakarta pada bulan tersebut mencapai 53,28 persen, turun sebesar 2,58 persen poin dibandingkan Agustus 2023.
Selain itu, angka ini juga mengalami penurunan sebesar 0,95 persen poin jika dibandingkan dengan TPK Juli 2024.
Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan dinamika dalam permintaan kamar di hotel berbintang di Ibu Kota.
Dari seluruh kategori hotel berbintang, hotel bintang 4 mencatat TPK tertinggi, yakni sebesar 60,44 persen yang menjadikannya sebagai pilihan utama bagi wisatawan dan tamu bisnis.
Hotel berbintang lainnya menunjukkan angka TPK yang lebih rendah, meski tetap menjadi pemain penting dalam industri perhotelan Jakarta.
Di sisi lain, TPK hotel non bintang di Jakarta justru menunjukkan tren positif pada Agustus 2024.
Baca Juga: Angka Stunting di Indonesia Alami Penurunan, Target Tahun 2024 Bakal Turun Drastis?
Angka TPK mencapai 44,72 persen, mengalami kenaikan sebesar 17,80 persen poin dibandingkan Agustus 2023.
Kenaikan ini menandakan peningkatan minat wisatawan untuk menginap di hotel-hotel non bintang yang menawarkan alternatif penginapan dengan harga lebih terjangkau.
Jika dibandingkan dengan Juli 2024, angka TPK hotel non bintang ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,20 persen poin.
Sementara itu, Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel bintang Jakarta pada Agustus 2024 berada di angka 1,42 hari.
Angka ini turun 0,33 poin dibandingkan Agustus 2023, serta mengalami penurunan sebesar 0,04 poin dibandingkan Juli 2024.
Hal ini mencerminkan adanya tren penurunan durasi menginap tamu di hotel berbintang.
RLMT hotel non bintang di Jakarta pada Agustus 2024 tercatat sebesar 1,194 hari, mengalami penurunan sebesar 0,13 hari dibandingkan Agustus 2023.
Namun, jika dibandingkan dengan Juli 2024, angka ini justru mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,02 hari.
Perubahan kecil ini menunjukkan adanya stabilitas dalam durasi menginap tamu di hotel non bintang, meski secara tahunan terjadi sedikit penurunan.
Selain itu, proporsi tamu asing yang menginap di hotel bintang Jakarta pada Agustus 2024 mencapai 10,50 persen dari total tamu yang menginap.
Angka ini menandakan kontribusi yang signifikan dari wisatawan mancanegara terhadap sektor perhotelan di Jakarta, meski sebagian besar tamu masih didominasi oleh tamu domestik.
Perubahan-perubahan ini mencerminkan dinamika yang terjadi di industri perhotelan Jakarta, baik untuk segmen hotel berbintang maupun nonbintang.
TPK hotel yang bervariasi menunjukkan pergeseran tren wisatawan dalam memilih jenis penginapan, sementara durasi menginap yang fluktuatif menjadi salah satu indikasi dari perubahan pola konsumsi wisata.***

Share this article
Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan dinamika dalam permintaan kamar di hotel berbintang di Ibu Kota.