AYOJAKARTA.COM - Hotman Paris mempertanyakan terkait naiknya harga beras disaat stok masih mencukupi.
Pertanyaan ini disampaikan oleh Hotman Paris kepada Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) pada acara HotRoom di Metro TV, Rabu (28/2/2024).
Kepala BPN Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh menurunnya produksi oleh petani lokal.
“Penurunan produksi,” ucap Arief Prasetyo Adi, dikutip dari Metro TV, Kamis (29/2/2024).
Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa penurunan produksi ini berdampak kepada naiknya harga gabah, yang kemudian menaikan harga beras.
“Naiknya harga gabah, kalau produksi itu turun harga gabah naik maka harga beras akan naik, ya ini kita bilang panen lokal,” ujar Arief.
Menurut Arief, untuk mengatasi hal ini maka perlu adanya peningkatan produksi dalam negeri yang saat ini mulai dilakukan oleh pemerintah.
“Daripada kita berdebat seperti ini, yang harus kita lakukan sama-sama hand in hand adalah tingkatkan produksi dalam negeri,” ucapnya.
Rencana peningkatan produksi tersebut, menurut Hotman membutuhkan waktu yang lama untuk mewujudkan hal tersebut.
Baca Juga: Harga Beras Masih Mahal Meskipun Ada Bansos, Tom Lembong: Bukan Sebuah Hal yang Kebetulan
Sedangkan dalam jangka waktu dua bulan kedepan stok beras harus segera kembali terisi, untuk mengembalikan harga beras ke kondisi normal.
Namun Arief menyampaikan dengan tegas bahwa hal ini harus segera dilakukan mulai dari sekarang.
“Kalau kita bicara 2 bulan ya, enggak ada Padi ini 2 bulan terus panennya banyak gitu, ini harus disiapkan 110 hari ya, kalau saya sampaikan hari ini 2 bulan ke depan ada padi, ada panennya agak besar, itu karena luas tanam yang di bulan Desember lalu itu di atas 1 juta,” ujarnya.
Arief menilai, menyiapkan 110 hari untuk meningkatkan produksi merupakan hal yang jelas dan terukur.
“apabila disiapkan dengan baik pupuknya, benihnya, lahannya, airnya, pompanya, penyuluhnya, 110 hari itu produksi kelihatan, asal ada air,” jelasnya.
Rencana ini sempat beberapa waktu lalu sempat tertunda, lantaran terdapat kendala di cuaca dan air.
“Kalau kemarin tunda karena memang El Nino, ditanam enggak ada air padi itu enggak bisa tumbuh,” tutur Arief.***

Share this article
Arief Prasetyo Adi menyampaikan penurunan produksi ini berdampak kepada naiknya harga gabah, yang kemudian menaikan harga beras.