AYOJAKARTA.COM - Jelang Pilpres 2024, hubungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan bakal capres Anies Baswedan dinilai makin rumit.
Pasalnya, Jokowi dan Anies Baswedan diketahui saling sindir dalam setiap pernyataannya.
Hubungan rumit antara Jokowi dan Anies Baswedan yang saling sindir itu pun menjadi sorotan banyak pihak.
Hal itu berawal dari sindiran-sindiran yang disampaikan Anies Baswedan kepada pemerintah khususnya Jokowi.
Kini Jokowi pun tak segan-segan untuk membalas sindiran Anies Baswedan dan beri pernyataan menohok ini.
Anies memberikan kritikan kepada pemerintah khususnya Jokowi yang sebentar lagi akan selesai menjabat menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Kritikan itu pun dinilai sebagai sindiran yang menyebut bahwa Jokowi kini semakin kencang mempersiapkan pemimpin penggantinya.
Menurut Anies, kontestasi Pilpres adalah ajang untuk memilih pemimpin yang baru yang akan membawa Indonesia lebih baik.
Dia menyebut bukannya untuk ajang meneruskan tugas atau proyek dari presiden atau pemimpin sebelumnya.
“Jadi ini bukan soal meneruskan atau tidak meneruskan yang dikerjakan kemarin. Ini soal mencapai tujuan bernegara. Tujuan kita mencapai itu,” ujar Anies, dikutip dari Suara.com, Jumat, 16 Juni 2023.
Bahkan Anies pun tak ragu menyebut bahwa masa tugas pemimpin saat ini sebentar lagi akan selesai.
“Bagi yang sekarang sedang bertugas, jangan pernah khawatir. Karena memang tugasnya akan selesai, itu adalah proses 5 tahunan,” sindir Anies kepada Jokowi.
Baca Juga: Bocoran Cawapres Anies Baswedan! 80 Persen Adalah Sosok Ini, Siapa?
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengingatkan bahwa Pilpres 2024 mendatang harusnya dimanfaatkan untuk menengok ke belakang, dan memperhatikan jika arah bangsa sudah sesuai tujuan dan cita-cita di awal kemerdekaan.
Tak tinggal diam, Jokowi akhirnya ikut buka suara menanggapi sindiran calon presiden dari Koalisi Perubahan tersebut.
Pada pernyataannya, Jokowi menyatakan bahwa pemimpin yang baru nantinya harus bisa berkesinambungan dengan pemimpin yang lama.
Selain itu regenerasi kepemimpinan juga seharusnya tidak boleh dilakukan dari awal, namun melanjutkan dan memperbaiki.
"Harus ada keberlanjutan dan kesinambungan, harus. Kalau sudah kepemimpinan 1, 2, 3 sudah sampai SMA, kepemimpinan SMA itu masuk universitas, jangan balik lagi ke SD lagi," kata Jokowi.
Jokowi menyindir pendapat Anies dengan pernyataan yang memohon dengan menyamakannya seperti sebuah meteran pom bensin yang harus mengulang dari nol.
Bahkan Jokowi juga menyebut pemimpin baru yang tak melanjutkan program pemimpin lama, maka akan diam di tempat layaknya tarian poco-poco.
"Masa kayak meteran pom bensin? Mestinya kalau sudah dari TK, SD, SMP, kempemimpianan berikut masuk SMA universitas, nanti kepemimpinan berikut masuk S2, S3, tidak maju-mundur, poco-poco," sindir Jokowi.***

Share this article
Jelang Pilpres 2024, hubungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan bakal capres Anies Baswedan dinilai makin rumit.