AYOJAKARTA.COM - Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Dharma Pongrekun ramai dibicarakan usai menjadi narasumber dalam YouTube Helmy Yahya.
Menurut Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun yang memasuki purna bhakti pada awal Februari lalu, pensiun berarti terbebas dari peran sehingga bisa menjadi diri sendiri.
Dalam siaran di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun menilai situasi bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
Kesadaran akan adanya situasi tersebut yang kemudian mendorong Dharma untuk bisa bergabung sebagai anggota kepolisian.
“Namun dalam perjalanannya ternyata tidak semudah membalik tangan, saya pikir bisa memperbaiki sistem, ternyata sampai saya selesai tidak bisa,” ungkapnya.
Dharma menilai salah satu alasan yang membuat upaya memperbaiki sistem terasa begitu sulit, tidak lain karena keberadaan 'Pawang Bayangan'.
Meski tidak berada di dalam struktur organisasi manapun, 'Pawang Bayangan' menurut Dharma memiliki kekuatan untuk mengendalikan sistem.
Lebih lanjut Dharma menyebut bahwa 'Pawang Bayangan' merupakan sosok yang sukar ditemukan karena terbungkus oleh lapis-lapis kebohongan.
“Mereka adalah sekelompok orang yang mengendalikan sistem, sebab hidup kita adalah kehidupan yang diatur konspirasi,” imbuhnya.
Terkait dengan gagasan mengenai konspirasi, Dharma menganggap tidak setiap manusia mampu untuk melihatnya.
Baca Juga: Pendaftaran UTBK SNBT 2024: Calon Maba Pemegang KIP Tidak Boleh Daftar Program Studi Ini!
Tidak mengherankan apabila banyak orang-orang yang tidak percaya memilih untuk melakukan penyangkalan atau denial.
Pawang Bayangan, menurut Dharma berasal dari luar negeri yang melibatkan sejumlah orang Indonesia untuk dipekerjakan sebagai Operator.
Indikasi adanya gerakan dari para konspirator, menurut Dharma dapat terlihat pada penggunaan istilah lawas yang sempat viral saat menjelang pilpres.
“Seperti yang kita rasakan belum lama ini, istilah TSM yang saya dengungkan pada tahun 2019 kembali ramai, Terstruktur, Sistematis dan Masif,” jelas Dharma.
Terstruktur, Sistematis dan Masif merupakan salah satu contoh pola dan benang merah yang juga menjadi indikasi adanya rencana dari Pawang Bayangan.
Baca Juga: Secara Psikologi, 5 Tanda Ini Menunjukan Seseorang Menyukai Anda, Pernah Rasakan?
Karena itu, Dharma Pongrekun sempat digadang menjadi salah satu jenderal polisi aktif yang tergolong vokal dalam menyuarakan indikasi konspirasi.
“Saya pikir seorang Jenderal harus menyampaikan kebenaran, do not pretend, kita tidak bisa pura-pura, ini hati nurani,” tegasnya.
Salah satu bentuk perlawanan yang dapat dilakukan masyarakat terhadap aksi kotor para operator konspirator di Indonesia adalah dengan mencegahnya terus berkuasa.
Mencoba masuk melalui jalur independen, Dharma berusaha untuk ikut dalam Pemilihan Gubernur mendatang.
“Saya modal konsep, visi saya selamatkan keluarga kita,” ungkapnya. ***

Share this article
Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Dharma Pongrekun ramai dibicarakan usai menjadi narasumber YouTube Helmy Yahya