AYOJAKARTA.COM – Salah satu variabel yang dianggap akan menjadi penentu kemenangan terbesar dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024 adalah Jokowi efek.
Jokowi efek merupakan suatu instrumen kekuatan politik berskala nasional yang dianggap dapat mempengaruhi hasil Pilkada Jakarta 2024.
Majunya sosok Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024 mendatang oleh sebagian kalangan diprediksi akan ikut mengalami imbas dari Jokowi efek.
Sehingga langkah-langkah politis yang akan ditempuh Anies menuju kursi DKJ Satu akan terhalang dan berdampak kekalahan.
Baca Juga: PKS Resmi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta, Siapa Lawan yang Tangguh untuknya?
Menghadapi lawan politik yang masih incumbent atau berstatus petahana, oleh sebagian kalangan dinilai menjadi pekerjaan rumah bagi Anies Baswedan.
Sehubungan dengan adanya perspektif mengenai Jokowi efek tersebut, Direktur Parameter Politik Indonesia memberikan tanggapan.
Menurut Adi Prayitno, pengaruh Jokowi efek tidak berpengaruh besar dalam konteks pemilihan kepala daerah termasuk di Jakarta.
Pertarungan politik di tingkat kepala daerah, menurut Adi lebih didominasi kekuatan personality masing-masing kontestan.
Baca Juga: PKS Ungkap Alasan Usung Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilgub Jakarta 2024
Selain karena pemilih Jakarta yang cenderung memiliki resistensi cukup tinggi, juga karena status Jokowi sudah berubah menjadi warga biasa saat pelaksanaan Pilkada serentak.
“Jadi siapapun nanti yang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju bukan karena efek Jokowi tapi justru tergantung elektabilitas,” jelas Adi Prayitno dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Rabu (26/6/2024).
Adanya peralihan atau transisi kepemimpinan dari Jokowi ke Prabowo Subianto, menurut Adi tetap tak berpengaruh besar terhadap perolehan suara Pilkada Jakarta.
Pengalaman Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta serta pamor politik di tingkat nasional menurut Adi merupakan bekal tersendiri untuk bisa memenangkan Pilkada.
Baca Juga: Anies Baswedan Disimulasikan Menang di Pilkada Jakarta Meski Lawannya Ridwan Kamil
“Dalam Pilgub Jakarta itu yang dilihat adalah faktor yang ingin bertanding, Anies, RK, Ahok itu karena figurnya bukan faktor embel-embel,” ungkapnya.
Lebih lanjut Adi menilai dukungan partai politik serta kekuasaan presiden yang berkuasa tak lain hanya pelengkap.
Salah satu indikasi kurang dominannya efek penguasa di pilkada, menurut Adi dapat terlihat dari nama Kaesang Pangarep yang masih stagnan.
Baca Juga: PKS Usung Anies dan Sohibul Iman Jadi Pasangan Bakal Cagub dan Cawagub Pilkada Jakarta 2024
Tak adanya nama putra bungsu Presiden Jokowi dalam sejumlah survei menjadi isyarat bahwa pemilih di Jakarta sangat realistis dan resistensi.
“Orang tahu Kaesang itu duplikatnya Pak Jokowi tapi kalau dihadapkan dengan Anies, tentu akan sulit untuk menang di Pilkada Jakarta,” jelas Adi.
Karenanya, Adi menyarankan agar siapapun calon kontestan dalam Pilkada Jakarta harus memiliki personal branding yang kuat.
Sebab dampak kekuasaan baik itu Jokowi efek ataupun Prabowo efek hanya bersifat sebagai komplementer bukan primer.***

Share this article
Pengamat Politik Adi Prayitno ungkap peran Jokowi efek di Pilkada Jakarta 2024 mendatang, Anies Baswedan susah ditaklukkan?