AYOJAKARTA.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 akan segera dilaksanakan. Sesuai jadwal, Pilkada Jakarta 2024 akan dilangsungkan pada 27 November 2024 mendatang.
Saat ini, tahapan Pilkada Jakarta 2024 sudah memasuki tahap kampanye terbuka. Kampanye terbuka ini berlangsung mulai 25 September hingga 23 November 2024.
Pada tahap kampanye ini, ketiga pasangan calon (paslon), yaitu Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardhana, serta Pramono Anung-Bang Doel, saling memaparkan visi-misi dan janji politik mereka.
Salah satu pasangan calon, Ridwan Kamil-Suswono, berjanji akan menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih bahagia dibanding sebelumnya.
Diketahui, calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, Suswono, menyatakan bahwa Jakarta saat ini adalah kota paling stres nomor 9 di dunia. Lantas, apa yang akan dilakukan pasangan Ridwan Kamil-Suswono untuk membuat Jakarta lebih bahagia?
Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK), menyampaikan bahwa solusi untuk mengurangi tingkat stres tersebut secara fundamental adalah dengan mendistribusikan kesejahteraan ekonomi, sehingga pusat ekonomi tidak lagi hanya terpusat di Jakarta.
"Ya kalau mau fundamental kita harus mendistribusikan kesejahteraan ekonomi ini tidak terpusat di Jakarta," ucap RK, dikutip dari melalui YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Selasa, 2 Oktober 2024.
RK juga menjelaskan bahwa ia nantinya akan membagi Jakarta menjadi dua konsep, yaitu Jakarta Baru dan Jakarta Maju.
“Nah kemudian Jakarta ini ee kami bagi dua Bang, satu Jakarta Baru adalah apa yang harus diredefinisi setelah tidak lagi ibu kota, dua visi kita Jakarta maju, kita saatnya naik kelas going global kalau sudah mau bertekad going global kan berarti standarisasi kotanya harus naik kelas,” jelasnya.
Cagub nomor urut 1 ini juga menyatakan bahwa ia ingin menyelesaikan masalah klasik di Jakarta, seperti banjir, kemacetan, dan polusi.
Baca Juga: Perang Janji di Pilkada Jakarta, Berikut Rangkuman Janji Para Paslon Cagub-Cawagub DKI
“Nah jadi yang pertama kami ingin membereskan masalah yang klasik ya banjir kemudian kemacetan sekarang tambah polusi,” ungkapnya.
Menurutnya, ada solusi untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.
“Kemacetan itu kami ada solusinya pertama melanjutkan ideologi memfasilitasi mobilitas. Kalau anda harus bergerak di kota, kami fasilitasi dengan MRT, dengan LRT dengan bis jalur, sepeda, kami ada inovasi baru jalur sungai yang sedang kami kaji,” tambahnya.
RK juga mengungkapkan cara kedua, yaitu dengan mengurangi pergerakan masyarakat, seperti bekerja dan tinggal di satu kawasan yang sama.
“Yang kedua adalah rezim mengurangi pergerakan kalau bisa tidak bergerak tapi hidupnya produktif itu pilihan terbaik hidup di Jakarta live, work and play di satu tempat,” ujarnya.
“Contohnya, saya punya teman-teman arsitek tinggalnya di Bintaro, kerjanya di Bintaro nge-mall-nya di Bintaro Exchange, saya tanya ke dia kamu ke Sudirman Thamrin, suka seminggu sekali ketemu klien, hidup kamu udah benar saya bilang,” lanjut RK.
Solusi lain yang disampaikan pasangan Ridwan Kamil-Suswono adalah membangun gedung di atas lahan pasar yang ada, di mana lantai bawah tetap menjadi pasar, sementara di lantai atas akan dibangun hunian bagi warga.
“Maka solusi pasangan Rido adalah tanah-tanah yang ada, pasar sekarang itu, pasar rata-rata dua lantai, di Tanah Abang masih jadi kandang kambing maaf ya. Ada 9.000 m tanahnya Pemprov hanya jadi pasar satu lantai dan kandang kambing. Itu akan kita bikin pasarnya tetap tiga lantai tapi di atasnya hunian buat ratusan warga di sana jadi namanya densifikasi tengah kota memperluas pertumbuhan perkantoran di pinggir kota,” jelas RK.***

Share this article
Ridwan Kamil-Suswono, berjanji akan menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih bahagia dibanding sebelumnya.