AYOJAKARTA.COM - Profesi Farmasi menjadi salah satu tenaga kesehatan yang sangat dibutuhkan di Indonesia, termasuk Jakarta.
Terdapat enam wilayah di Jakarta dengan jumlah tenaga Farmasi mencapai ribuan orang.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mulai tahun 2018-2021, angka jumlah tenaga Farmasi naik turun dari 2018-2019 yaitu sebanyak 7.497 orang menjadi 4.581 orang dan 2020-2021 yaitu sebanyak 8.127 orang menjadi 5.658 orang.
Angka kenaikan hanya terjadi pada 2019-2020 di mana total 4.581 orang tenaga Farmasi menjadi 8.127 orang.
Dikutip ayojakarta.com dari laman resmi BPS DKI Jakarta pada Kamis (17/10/2024), berikut rincian jumlah tenaga Farmasi di enam wilayah Jakarta tahun 2018-2021:
Baca Juga: 3 Daerah dengan Biaya Hidup Termahal di DKI Jakarta, Rata-Rata Pengeluaran Terbesar Rp3 Juta Sebulan
1. Kepulauan Seribu
- 2021: 15
- 2020: 15
- 2019: 16
- 2018: 14
2. Jakarta Timur
- 2021: 1.221
- 2020: 1.709
- 2019: 1.155
- 2018: 1.724
Baca Juga: Data BPS: Penumpang MRT Jakarta Turun Selama Agustus 2024, Segini Jumlahnya
3. Jakarta Selatan
- 2021: 1.221
- 2020: 1.709
- 2019: 1.155
- 2018: 1.724
4. Jakarta Pusat
- 2021: 1.409
- 2020: 1.772
- 2019: 812
- 2018: 1.252
5. Jakarta Barat
- 2021: 1.006
- 2020: 1.536
- 2019: 971
- 2018: 1.788
6. Jakarta Utara
- 2021: 745
- 2020: 1.102
- 2019: 628
- 2018: 1.109
Baca Juga: Lebih dari 45 Ribu, Ini Angka Perceraian Provinsi Jakarta dari Tahun 2021 hingga 2023
Dari data di atas, terlihat bahwa Kepulauan Seribu menjadi kota dengan jumlah tenaga Farmasi paling sedikit dibanding dengan kota lainnya.
Hal ini dikarenakan dipengaruhi luas wilayah dan jumlah penduduk serta fasilitas yang tersedia.
Demikian informasi terkait jumlah tenaga Farmasi di Provinsi DKI Jakarta menurut data BPS tahun 2018-2021.***

Share this article
Berdasarkan data BPS, jumlah tenaga farmasi di Provinsi DKI Jakarta terus menurun, paling sedikit kota ini.