AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo itu hingga kini masih bergulir.
Brigadir J yang pada saat itu merupakan ajudan Ferdy Sambo akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sang majikan.
Sebelumnya, dari kubu Ferdy Sambo mengatakan bahwa terjadi pelecehan seksual kepada istrinya oleh Brigadir J.
Namun diketahui hingga saat ini, kubu Ferdy Sambo tidak dapat menunjukkan bukti visum adanya pemerkosaan tersebut.
Kubu Ferdy Sambo terus berusaha mencari cara agar mendapat keringanan dalam hukumannya.
Baru-baru ini pihak Ferdy Sambo menyerahkan 35 bukti untuk meringankan hukuman.
Dan terdapat foto-foto lama Brigadir J, salah satunya potret sang mantan ajudan di klub malam.
Apakah usaha tersebut termasuk cara untuk diskreditkan Brigadir J?
Diskredit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menjelekkan atau memperlemah kewibawaan seseorang atau satu pihak tertentu.
Selanjutnya pihak Yosua terkait hal ini, memberi tanggapannya.
Baca Juga: Terbongkar! Begini Kondisi Putri Candrawathi Setelah Kematian Brigadir J yang Diungkap ART Sartini
Melansir dari kanal YouTube MetroTv, kuasa hukum keluarga Yosua yakni Yonathan Baskoro.
Mengungkapkan tentang narasi bahwa Brigadir J memiliki kepribadian yang tidak baik.
"Ya yang pertama terkait foto tersebut, kami juga tidak tahu kebenarannya. Apakah itu foto betul, atau foto diedit," terang Yonathan Baskoro.
Karena sampai sekarang pihaknya tidak mengetahui sumber foto tersebut darimana.
"Tetapi okelah jika kita mengikuti pola pikir mereka atau pola permainan mereka yang kita tangkap disini adalah untuk mengangkat almarhum ini adalah sosok yang sering ke klub malam atau memiliki kepribadian yang buruk," tambahnya.
Baca Juga: Gempa Susulan Guncang Cianjur Jawa Barat Magnitudo 2.4, Dirasakan Hingga Cianjur Kota
"Sehingga untuk melakukan pelecehan seksual itu sangat mungkin dilakukan oleh almarhum," ujar Yonathan.
Kemudian pengacara itu juga menganggap bahwa hal itulah yang saat ini sedang dibangun oleh kubu Ferdy Sambo.
Namun apabila melihat fakta di persidangan, bukti yang seharusnya diserahkan adalah bukti visum.
Jika memang terjadi pelecehan seksual kepada istri Ferdy Sambo tersebut.
Lebih lanjut kuasa hukum keluarga Yosua mengatakan, sebenarnya peristiwa itu sudah dihentikan pada bulan Agustus.
Menurutnya, dilakukan oleh kubu Ferdy Sambo karena sudah kehabisan cara untuk melakukan pembelaan.
"Tapi memang sudah kehabisan pembelaan. Sehingga memang konsistensi terhadap kebohongan pelecehan itu harus terus. Sampai akhir nanti," imbuh kuasa hukum keluarga Yosua.***

Share this article
Brigadir J yang pada saat itu merupakan ajudan Ferdy Sambo akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sang majikan.