TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Senin (9/11/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 2.853 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia, dengan jumlah tes 34.365 dan angka suspek mencapai 57.925 orang.
Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 440.569 kasus. Angka itu termasuk 53.614 kasus aktif dengan pengurangan 1.190 kasus, 372.266 kasus sembuh dengan penambahan 3.968 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 14.689 kasus meninggal dunia dengan penambahan 75 kasus meninggal.
Untuk kasus tertinggi terjadi pada 8 Oktober yaitu 4.850 kasus. Untuk wilayah DKI Jakarta, hingga berita ini diturunkan, Kementerian Kesehatan belum menginformasikan kasus per provinsinya.
Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:
3 November: 2.973 kasus
4 November: 3.356 kasus
5 November: 4.065 kasus
6 November: 3.778 kasus
7 November: 4.262 kasus
8 November: 3.880 kasus
9 November: 2.853 kasus
PRIORITAS VAKSIN
Pemerintah telah mengeluarkan daftar prioritas penerima vaksin Covid-19. Tenaga medis, polisi, petugas garda depan lainnya, dan masyarakat umum termasuk dalam prioritas utama.
Vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan saat ini, diprioritaskan untuk kelompok usia 18-59 tahun. Hal ini sejalan dengan mengikuti hasil uji klinis tingkat 3 dalam batasan usia 18-59 tahun.
Lantas, mengapa vaksin Covid-19 yang dikembangkan saat ini hanya untuk usia 18-59 tahun saja? Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil, membeberkan penjelasannya.
“Ya itu untuk sementara dicari orang-orang yang sehat dan kuat. Jadi urusan 18-59 tahun karena kita baru mengenal vaksinnya, baru kenal kumannya,” katanya dalam konferensi di YouTube FMB9ID_IKP, Rabu (4/11/2020).
“Nah kita cari orang yang sehat, orangnya kita suntik. Ternyata setelah saya lihat berikut ini, orang itu tetap sehat ya sampai sekarang ini, enggak ada yang sakit gara-gara vaksin,” lanjut dia.
Kusnandi membeberkan lebih lanjut mengenai kriteria inklusi orang yang dapat menjadi relawan untuk uji klinis vaksin. Kriteria tersebut yaitu dewasa dan sehat usia 18-59 tahun, peserta menerima penjelasan dan menandatangani surat persetujuan setelah penjelasan (informed consent), dan peserta menyetujui mengikuti aturan dan jadwal uji klinis.
“Jadi di sini ada dewasa sehat, itu semuanya sehat. Saya enggak memberikan kepada orang-orang sakit karena saya baru mengenal penyakit ini baru. Gak bisa sembarangan dulu. Nanti kalau hasil fase 3 ini bagus, kita evaluasi baru kita rencanakan yang lainnya,” tegasnya.
Lalu, bagaimana vaksin Covid-19 untuk anak-anak? Kusnadi mengaku belum mengetahui lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19 yang diperuntukkan untuk anak-anak.
“Pokoknya semua vaksin yang digunakan harus uji klinis fase 3 dulu. Walaupun untuk anak dan untuk orang tua harus melewati fase 3 dulu. Ya sekarang belum ada uji pada anak. Baru dilakukan di Cina pada umur 23 tahun ke atas, tapi hasilnya belum ada, belum selesai,” ujarnya.
AYO BACA : Kronologi, Jadwal Kedatangan dan Agenda Rizieq Shihab: OTW ke Jeddah?

Share this article
Harian Covid-19 Nasional Bertambah 2.853 Kasus Dengan Total kasus Mencapai 440.569 Kasus (Update 9 November 2020)