Masuk Tahap Validasi, Unpad-ITB Kembangkan Rapid Test Antigen Covid-19

Ilustrasi

Ilustrasi

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah mengembangkan alat tes pendeteksi Covid-19.

Bila lulus validasi pada real sample sesuai dengan etika medis, rencananya alat-alat ini siap diproduksi dan disebar kepada masyarakat. Saat ini pengembangan alat pendeteksi yang dinamai Rapid Test 2.0 itu masih berada dalam tahap validasi.

Koordinator penelitian vaksin dan diagnostik Covid-19 di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad, Muhammad Yusuf menyampaikan, nantinya Rapid Test 2.0 Covid-19 ini tidak akan menggunakan antibodi utuh sebagai bahan utama. Yusuf menyampaikan, pihaknya akan membuat antigen yang terbentuk dari interaksi fragmen antibodi dan protein pada permukaan virus corona. 

Unpad pun bermitra dengan PT Tekad Mandiri Citra yang berkomitmen memproduksi fragmen antibodi sebagai salah satu komponen utamanya. Selain itu, bermitra dengam PT Pakar Biomedika Indonesia, perusahaam swasta yanh telah memiliki kapasitas, pengalaman, serta izin produksi rapid test di dalam negeri. 

"Dalam inovasi Rapid Test yang dikembangkan Unpad, yakni membuat rapid test yang dideteksinya itu bukan antibodi terhadap covid tapi yang dideteksinya itu antigen atau virusnya. Karena kita melihat dari beberapa rapid tes yang sudah ada performanya kurang begitu baik. sebetulnya tidak dikatakan tidak akurat cuman karena kebetulan saja antibodi dalam tubuhnya tidak dominan jadi tidak bisa terdeteksi, jadinya sulit pemakaiannya," kata Yusuf kepada Ayobandung.com, jaringan AyoMedia, Kamis (14/5/2020) malam.

Yusuf menyampaikan, para kerja Rapid test Covid ini, sedianya, mendeteksi keberadaan antibodi khas covid dalam darah. Antibodi itu pun akan muncul sebagai respons tubuh ketika tubuh diserang patogen atau penyakit. Namun yang kerap menjadi masalah, proses pembentukan antibodi covid pada tubuh terperiksa membutuhkan waktu cukup panjang sekitar 14 hingga 25 hari.

Karenanya, Yusuf menyampaikan, Unpad dibantu ITB dalam melakukan pengujian interaksi fragmen antobodi dengan protein virus. Kata Yusuf, uji interaksi ini pun berhasil dan data menunjukkan bahwa fragmen antibodi yang dikembangkan bisa mendeteksi antigen.

AYO BACA : Alat Tes Buatan ITB-Unpad Bisa Deteksi Dini Virus Corona

Usai uji interaksi ini, Unpad bekerja sama dengan PT Pakar biomedika indonesia, perusahaan swasta yang bergerak di bidang produksi dan distribusi rapid tes untuk melakukan assembly atau perakitan Rapid Test Kit

Yusuf menyampaikan, pengembangan Rapid Test 2.0 ini sedianya sudah jadi secara fisik. Namun untuk bisa digunakan secara luas di masyarakat masih harus melewati tahap akhir yakni validasi menggunakan sampel riil positif covid dengan sampel negatif covid.

Yusuf mengungkapkan, lantaran melibatkan sampel riil covid maka proses validasi ini tidak bisa sembarangan dan memerlukan waktu. Meski demikian, Yusuf berharap berlandaskan urgensi saat ini, validasi sampel riil covid maksimal hanya berlangsung selama satu bulan.

"Karena pembuatan antibodinya sudah selesai. Kita rencananya akan memproduksi 5.000 kit dulu. 5.000 itu untuk validasi terlebih dahulu. Jadi yang 5.000 bacth awal itu adalah untuk validasi atau menguji ke real sampel. Kalau sudah validasi, hasilnya baik, baru kita scale up produksinya. Kita rencana di 10.000 dengan 50.000 kit. Dengan tahapan validasi hingga lolos etike penelitian, 50.000 rapid test kit ini baru bisa disebarkan ke masyarakat," katanya.

Akurasi Rapid Test Antigen Covid-19

Yusuf menyampaikan, akurasi rapid test 2.0 Covid-19 hasil pengembangan Unpad sejatinya akan bekerja sesuai mekanisme dan sistem kerja rapid test pada umumnya. Di mana rata-rata akurasi rapid test berkisar di 60%-80%. 

"Akurasi seperti itu, sebenarnya sudah standar untuk rapid tes apapun akurasinya segitu. Misal, sekarang yang beli dari China juga sebetulnya akurat. Cuman masalahnya digunakannya bukan pada saat kondisi yang seharusnya. Jadi misal di cek saat kondisi pasien sedang sakit, lagi demam, sebetulnya kan antibodinya belum terbentuk, ya pasti negatif," katanya.

AYO BACA : Ventilator ITB-Unpad Lolos Uji, Siap Diproduksi Massal

"Tapi misalnya kalau rapid test digunakan pada keadaan tubuh sudah membentuk antibodi ya akan terdeteksi dengan baik. Jadi prediksi akurasi 50% rapid tes itu sebenarnya bukan angka yang sebenarnya. Karena memang tidak sesuai dengan tujuan penggunaan (antibodi belum terbentuk)," katanya.

Yusuf juga menyampaikan, bila rapid test 2.0 ini berhasil dikembangkan ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan. Salah satunya keunggulan produk ini lebih murah, akurat karena menggunakan antigen, mudah digunakan, cepat, dan bisa didistribusikan lebih cepat ke pelosok daerah.

Yusuf juga menyampaikan sebagian besar komponen rapid tes ini sedianya bisa dikembangkan di dalam negeri. Semisal, fragmen antibodi, cangkang tes kit, hingga nanopartikel emas yang digunakan untuk pewarna garis merah di rapid test. Sehingga hal ini dapat mengurangi ketergantungan impor ketersediaan bahan baku.

"Makanya sebetulnya kami mencoba berinovasi mencari sumber-sumber yang ada selain dari antibodi yang bisa digunakan pada rapid test. Karena untuk memproduksi antibodi utuh yang umumnya digunakan orang kita belum punya kapasitas untuk memproduksinya. Teknologi di Indonesia masih belum tersedia. Alhamdulillah dengan yang kita kembangkan, minimal kita bisa mengganti antibodi sebagai komponen termahal dari rapid test," katanya.

Namun Yusup mengakui, komponen yang tidak tersedia di Indonesia untuk perakitan rapid tes yakni bahan baku kertas tes. Pasalnya dia menyampaikan, industri kertas yang memproduksi kertas untuk rapid test ini belum tersedia di Indonesia. Sehingga untuk pengadaan kertas rapid test di Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor.

"Kan rapid test itu bahan dasarnya kertas dan kertasnya ini perlu spesifikasi khusus. Tapi kalau impor juga, kertas itu tidak terlalu signifikan karena stoknya banyak dan harganya tidak terlalu mahal tidak seperti harga antibodi dan emas. Jadi kalau dikatakan, 4-5 komponen bisa buatnya sendiri, atau berarti 80-90% sudak bahan baku lokal," katanya.

Yusuf menyampaikan, bila alat ini ingin ditambah produksinya, tentunya diperlukan peningkatan dari berbagai aspek mulai dari falisitas hingga validasi penelitian. Karenanya, pihaknya mengajak seluruh stakeholder mengambil perhatian. Lantaran selama ini, industri manufaktur rapid test di indonesia masih sangat lemah. 

"Kalau melihat kapasitas produksi di mitra kami itu kapasitasnya baru di 50.000 per bulan. Tapi ada informasi bahwa gubernur minta 200.000 bahkan pak Rudi Antara juga mintanya 300.000 kit. Kan kalau 50.000 per bulan, perlu 4-6 bulan (mencapai 200.000-300.000). Sebetulnya terlalu lama. Jadi ketika ada permintaan seperti itu ya bisa saja, tapi syaratnya berarti kapasitas produksi kita harus ditingkatkan, fasilitas produksi harus ditingkatkan," ujarnya. (Eneng Reni)

AYO BACA : Peneliti ITB Temukan Usia Akurat Homo Erectus

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Jakarta Timur 05 Jun 2026, 10:54 WIB

Puskesmas Matraman Kini Punya Gedung 4 Lantai, Pramono: Layak Jadi Rumah Sakit

Kehadiran Puskesmas Matraman yang lebih modern ini diharap mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat di wilayah terserbut dan sekitarnya.

Metropolitan 05 Jun 2026, 10:41 WIB

Tanggal 6-7 Juni Kawasan GBK Diprediksi Padat, Deretan Rute Transjakarta yang Bisa Digunakan!

Masyarakat diimbau untuk menggunakan transportasi umum (Transum) menuju lokasi pelaksanaan berbagai acara berskala nasional dan internasional yang akan berlangsung di Kawasan GBK

News 05 Jun 2026, 10:07 WIB

Mobil Tangki BBM Terbakar di Tol Cisumdawu, Pertamina JBB Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Mobil tangki BBM terbakar di Tol Cisumdawu. Pertamina memastikan seluruh awak selamat dan pasokan BBM tetap aman.

Bisnis 05 Jun 2026, 09:36 WIB

Momentum Hari Lingkungan Hidup 2026, BNI Tegaskan Peran Strategis Pembangunan Berkelanjutan

BNI tegaskan komitmen ESG di Hari Lingkungan Hidup 2026. Targetkan NZE operasional 2028 dan pacu pembiayaan hijau lewat TKBI.

Sport 05 Jun 2026, 09:12 WIB

Pembinaan Atlet Muda BNI dan PBSI: Indonesia Open Jadi Ajang Mental Juara

BNI dan PBSI sinergi kuatkan pembinaan atlet muda di Indonesia Open 2026 demi cetak mental juara dunia dan jaga tradisi emas.

Metropolitan 05 Jun 2026, 08:50 WIB

Akhir Pekan Ada Konser EXO Planet 6 hingga Raisa, Dishub DKI Prediksi Pengunjung Kawasan GBK Capai 43.000! Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Kantong Parkir di Sini

Dishub DKI Jakarta siapkan berbagai langkah antisipasi lalu lintas dan transportasi berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional yang berlangsung di Kawasan GBK pada 6 dan 7 Juni 2026

Metropolitan 05 Jun 2026, 08:29 WIB

Bappeda DKI Gelar JFF 2026 di Taman Ismail Marzuki, Pemprov DKI Siapkan Kantong Parkir Resmi di 10 Titik Lokasi Ini!

Pemprov DKI pastikan 10 lokasi kantong parkir resmi untuk acara Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 5-7 Juni yang diselenggarakan oleh Bappeda.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 08:18 WIB

Sudah Tahu? JPO Senes Sentral Jakarta Pusat Sudah Kembali Beroperasi Usai Alami Kerusakan Imbas Demo Akhir Augustus 2025 Lalu!

Usai alami kerusakan Imbas aksi demo pada akhir Agustus 2025 lalu, pada Kamis, 4 Juni 2026 JPO Senen Sentral kembali beroperasi dan bisa digunakan mulai pukul 18.00 WIB.

Jakarta Selatan 05 Jun 2026, 08:08 WIB

CFD Rasuna Said Siap Beroperasi Resmi 7 Juni 2026, Sudinhub Jaksel Antisipasi Pungli dan Parkir Liar!

CFD Rasuna Said siap beroperasi secara resmi, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan antisipasi potensi parkir liar dan pungutan liar (Pungli)

Metropolitan 05 Jun 2026, 08:01 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Jumat 5 Juni 2026: Didominasi Cerah Berawan

Informasi prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat, 5 Juni 2026.

Metropolitan 04 Jun 2026, 22:33 WIB

Catat! Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar GBK 6-7 Juni 2026

Kawasan GBK diprediksi padat oleh puluhan ribu pengunjung pada 6-7 Juni 2026 karena ada 7 acara besar. Dishub DKI menerapkan rekayasa lalin situasional dan mengimbau warga naik transportasi umum.

Jakarta Pusat 04 Jun 2026, 19:22 WIB

Penyandang Disabilities Bisa Daftar, Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat Buka 2.000 Lowongan Kerja 2026!

Sebanyak 2.000 lowongan kerja dari 37 perusahaan disediakan dalam Job Fair

Ekonomi 04 Jun 2026, 18:48 WIB

Rupiah Tembus Rp18.023, Begini Strategi Maybank Wealth Management Amankan Aset Nasabah

Rupiah tembus Rp18.023/USD dipicu inflasi Mei naik 0,28% & suku bunga AS tinggi. Hadapi krisis, Head Wealth Management Maybank Johan Kesuma Harsa sarankan nasabah lakukan diversifikasi investasi.

News 04 Jun 2026, 18:05 WIB

Infogresik Ajak Pelaku Kreatif Ubah Homeless Media Jadi Rumah Aspirasi Warga

Infogresik tegaskan Homeless Media wajib jadi rumah nyaman bagi publik. Simak strategi kelola konten lokal yang tepercaya di sini!

Gadget 04 Jun 2026, 15:53 WIB

Secanggih Apa Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 Samsung Galaxy Z Fold 8? Simak Ulasannya

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 Ultra Juli 2026. HP tipis 4,1 mm ini bawa baterai 5.000mAh (45W), teknologi laser drilling agar layar rata tanpa lipatan, chip 2nm, RAM hingga 16GB, dan kamera 200MP.

Gadget 04 Jun 2026, 14:49 WIB

Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra, Baterai Jumbo dan Layar Tanpa Lipatan

Samsung bersiap merilis Galaxy Z Fold 8 Ultra pada Juli 2026. Ponsel lipat tipis 4,1 mm ini bawa baterai 5.000mAh (45W), layar tanpa bekas lipatan, chip Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan kamera 200MP.

News 04 Jun 2026, 14:46 WIB

Suara Pengamat: ISMN Meet Up Surabaya 2026 Benteng Pertahanan Kreator Lokal

Pengamat puji ISMN Meet Up Surabaya 2026! Dinilai sukses jadi wadah strategis yang bikin ekosistem media sosial jadi jauh lebih sehat.

Metropolitan 04 Jun 2026, 14:16 WIB

Pemeliharaan Gardu Listrik PLN 5-6 Juni 2026, PAM JAYA: Terdapat 45 Wilayah Terdampak Suplai Air

Informasi penting terkait gangguan sementara pada suplai air di sejumlah wilayah Jakarta akibat pekerjaan pemeliharaan gardu listrik milik PLN yang menjadi sumber pasokan energi bagi Instalasi Pengola

Viral 04 Jun 2026, 14:12 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Pesisir Muara Angke, 70 Personel UPS DLH DKI Lakukan Penanganan Secara Bertahap!

Tim gabungan dari berbagai unsur mulai melakukan aksi pembersihan besar-besaran terhadap tumpukan sampah yang membentuk daratan atau dikenal sebagai "pulau sampah" di pesisir Jakarta Utara.

News 04 Jun 2026, 13:39 WIB

Peringatan Keras Kemenhaj RI, Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Dalam Koper!

Kementerian Haji dan Umrah RI memberikan peringatan keras kepada jemaah haji agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin saat kepulangan ke Indonesia.