BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Beberapa hari jelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di area Bandung Raya, sejumlah ruas jalan hingga supermarket atau toko modern di Kota Bandung terpantau masih ramai. Pada Sabtu (18/4/2020), warga Kota Bandung nampak memenuhi supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, jaringan AyoMedia, di siang hari ruas Jalan Ir H Juanda-Jalan Siliwangi hingga Jalan Sukajadi terpantau masih ramai. Water barrier yang menutup akses menuju Jalan Ir H Juanda bawah dari Pasar Simpang pun sedikit terbuka dan nampak sejumlah pesepeda memanfaatkan jalan kosong tersebut untuk berolahraga.
Meski tidak sepadat biasanya, ruas Jalan Siliwangi-Gandok hingga Jalan Sukajadi terpantau ramai lancar. Beberapa kendaraan nampak memadati sejumlah supermarket yang terdapat di bilangan Jalan Cemara dan Hegarmanah.
Di sebuah supermarket di bilangan Hegarmanah tersebut terpantau ada antrean kendaraan roda empat di pintu masuk. Beberapa kendaraan sempat keluar kembali karena parkir yang penuh.
Mayoritas pengunjung supermarket tersebut memburu bahan pokok seperti beras, telur, mi instan, sayur, buah-buahan dan keperluan lainnya. Meski ramai, supermarket tersebut terpantau masih menjalani SOP pencegahan penyebaran Covid-19 seperti pengukuran suhu tubuh dan penyediaan hand sanitizer. Termasuk para pengunjung yang hampir seluruhnya telah mengenakan masker.
Hal serupa juga terjadi di supermarket di Jalan R.E Martadinata (Riau) dan supermarket di Jalan Sumbersari. Rata-rata pembeli terpantau berbelanja bahan pokok dan kebutuhan lainnya sebanyak satu troli dorong.
AYO BACA : Jalani Swab Test Terakhir, Yana Mulyana Kembali Negatif Covid-19
Tak hanya supermarket, pasar tradisional juga terpantau masih beroperasi seperti biasa. Hingga siang hari pukul 13.00 WIB, warga nampak masih memadati Pasar Simpang Dago meskipun para pedagang terpantau tidak sebanyak biasanya.
Sementara Pasar Cikutra pada pagi hari terpantau padat dikunjungi warga. Lalulintas di sekitar pasar tersebut juga masih terbilang masih ramai meskipun mayoritas warga telah beraktivitas dengan mengenakan masker.
Tak Perlu Panic Buying
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah telah memastikan bahwa stok kebutuhan pangan di Kota Bandung aman. Dia meminta warga untuk tidak terpancing melakukan panic buying jelang PSBB.
AYO BACA : Prospek Tanaman Obat Makin Menjanjikan di Tengah Pandemi Covid-19
"PSBB tinggal menghitung hari, saya imbau warga Kota Bandung tidak panic buying. Kita sampaikan bahwa stok barang pokok berada dalam kondisi stabil," ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota, Jumat (17/4/2020).
Elly juga mengimbau warga agar sedapat mungkin melakukan transaksi secara online. Dia mengatakan hal ini juga telah didukung oleh fasilitas belanja via telepon di pasar-pasar tradisional Kota Bandung.
"Transaksi diutamakan secara online, baik di toko tradisional maupun modern karena semua sekarang sudah ada akses secara daring," ungkapnya.
Agar warga tetap berbelanja sesuai kebutuhan, pihaknya juga menerapkan pembatasan kuota belanja bahan pokok dalam satu kali transaksi. Pembatasan tersebut berlaku untuk 4 bahan pokok meliputi beras, minyak, gula dan mie instan. "Beras dibatasi 10kg, minyak 4 liter, gula putih 2kg dan mi instan 2 dus," ungkapnya. (Nur Khansa)
AYO BACA : Tanggapi Ganjar, Begini Pendapat Wali Kota Semarang Terkait PSBB

Share this article
Pada Sabtu (18/4/2020), warga Kota Bandung nampak memenuhi supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.