JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Gerakan mahasiswa turun ke jalan dalam sepekan ini dipastikan tidak ada kaitan untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-20124.
"Kemarin saya berdiskusi dengan teman-teman BEM dan beberapa Mantan Ketua Bem, dari Gerakan Mahasiswa itu sendiri tidak sama sekali mendorong penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan KH Maruf Amin apalagi penurunan Presiden Jokowi," kata Direktur Humas Duta Remaja Indonesia, Gifari Shadad R dalam keterangannya di Jakarta.
Ia memandang gerakan mahasiswa itu patut diapresiasi. Sebab, sudah menjadi kewajiban mahasiswa kritis mengawal jalannya pemerintahan. Mahasiswa yang dikatakan Antonio Gramscy, sebagai intelektual organik harus menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat dan memantik sebuah pergerakan revolusioner.
"Pergerakan yang murni dari hati nurani dan keresahan bersama. Tidak menjadi 'kuda' yang diarahkan untuk kepentingan kelompok dan golongan," imbuhnya.
Gifari menegaskan, gerakan mahasiswa sejatinya memang harus kritis mengawal kebijakan melalui koridor konstitusi dan bukan menimbulkan kegaduhan di mana-mana.
"Kita harus mencegah jangan sampai ada kepentingan yang merusak demokrasi dan menjatuhkan pemerintahan yang sudah terpilih secara konstitusional," ujarnya.
Karenanya, lanjut Gifari, apabila ada oknum-oknum yang sengaja ingin merusak instrumen demokrasi dengan gerakan menolak pelantikan Jokowi-Maruf siap berhadapan dengan Duta Remaja Indonesia.
"Kami, Duta Remaja Indonesia sebagai platform millenial yang tersebar di 24 provinsi siap mengawal pelantikan Jokowi-Amin," tegasnya.

Share this article
gerakan mahasiswa sejatinya memang harus kritis mengawal kebijakan melalui koridor konstitusi dan bukan menimbulkan kegaduhan di mana-mana.