JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Para kepala daerah se-Papua Barat berkumpul di Manokwari membahas isu kepulangan mahasiswa dari kota studi pasca insiden di Surabaya serta kericuhan di tanah Papua.
"Sampai hari ini, saya belum dapat laporan kepulangan mahasiswa juga pelajar dari kota studi," kata Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada pertemuan tersebut.
Oleh karena itulah dia mengundang para bupati walikota guna memastikan langkah-langkah berikutnya.
Menurut Gubernur, sepanjang ada jaminan keamanan bagi mahasiswa dan pelajar dari Papua Barat di kota studi, mereka tidak perlu pulang.
Ia menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar mahasiswa dan pelajar Papua Barat mendapat jaminan keamanan.
Pascakericuhan beruntun di Manokwari, Sorong, dan Fakfak pada penghujung Agustus lalu, ia tidak pernah mengeluarkan instruksi apapun bagi mahasiswa untuk pulang.
"Pertama, tidak semua mahasiswa ini dibiayai pemerintah provinsi. Sebagian besar kuliah dengan biaya orang tua, juga ada program afirmasi yang dibiayai pemerintah pusat. Maka, saya tidak bisa seenaknya mengeluarkan instruksi untuk pulang," ujarnya.
Selain itu, lanjut Mandacan, sebagian besar disiplin ilmu yang ditempuh mahasiswa tempuh di luar daerah tidak ada di Papua Barat. Kepulangan mereka akan berdampak terhadap keberlanjutan kuliah mereka.
"Ada adik-adik kita yang sekarang menjalani pendidikan pilot. Tidak mungkin kita pulangkan mereka, kita tidak punya sekolah pilot, termasuk juga IPDN juga kampus-kampus umum lainnya," kata Gubernur.
Sementara itu, Kepala Suku Besar Arfak ini menekankan bahwa keberangkatan mereka untuk menempuh pendidikan di Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan daerah lain bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Ke depan diharapkan merekalah yang akan melanjutkan pembangunan di daerah," katanya.
Pertemuan yang dilaksanakan di salah satu hotel ternama di Manokwari itu hingga saat ini masih berlangsung.
Kapolda Papua Barat Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau, dan para pimpinan perguruan tinggi juga hadir dalam pertemuan yang dipimpin gubernur itu.
Sejumlah kepala daerah pada pertemuan itu mengungkapkan bahwa tidak ada mahasiswa serta pelajar dari wilayahnya pulang dari kota studi. Pada saat ini mereka masih menjalani perkuliahan serta kegiatan belajar seperti biasa.

Share this article
Menurut Gubernur, sepanjang ada jaminan keamanan bagi mahasiswa dan pelajar dari Papua Barat di kota studi, mereka tidak perlu pulang.