AYOJAKARTA.COM - Inovasi energi ramah lingkungan karya anak bangsa, Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos), resmi menorehkan sejarah baru.
Setelah melewati riset mandiri selama 10 tahun, Bobibos kini memulai alur produksi perdana di Timor Leste.
Memanfaatkan limbah jerami sebagai bahan baku utama, proyek ini menjadi angin segar bagi kemandirian energi alternatif di wilayah Bumi Loro Sae.
Alur Produksi Bioetanol Bobibos yang Modern
Proses pengolahan limbah menjadi energi ini dilakukan di dalam BOBIBOS Mobile Unit (BMU).
Alur produksinya dimulai dari tahap pasca-panen, di mana jerami kering dicacah menggunakan mesin crusher hingga halus.
Hasil cacahan tersebut kemudian diproses lebih lanjut melalui mesin powder untuk diubah menjadi bentuk bubuk.
Tahap krusial terletak pada proses fermentasi di dalam tong khusus menggunakan serum organik hasil inovasi tim Bobibos.
Cairan organik hasil fermentasi inilah yang kemudian dimasukkan ke dalam mesin biokimia untuk diolah menjadi bahan bakar setara bensin dan solar.
Meski mesin inti tetap menjadi rahasia teknologi, hasilnya telah terbukti nyata melalui berbagai pengujian lapangan.
Performa "Gacor" di Jalan Menanjak
Keyakinan terhadap kualitas Bobibos dibuktikan melalui sesi test drive di medan ekstrem.
Dalam uji coba terbaru, kendaraan yang menggunakan bahan bakar ini menunjukkan tarikan yang sangat enteng dan responsif.
Bahkan saat melewati jalanan menanjak yang terjal di Timor Leste, performa mesin tetap "gacor" tanpa mengalami kendala brebet atau kehilangan tenaga.
Kualitas yang dihasilkan diklaim setara dengan RON 98, namun jauh lebih rendah emisi dan ramah bagi komponen mesin.
"Motor langsung ngacir, tarikan enteng banget. Sekarang kita tes di jalan menanjak, motor tetap ngacir tanpa kendala brebet. Halo Timor Leste, Bobibos telah hadir untuk kalian," tulis Bobibos dalam postingan di media sosial Instagram yang diunggah pada Selasa, 28 April 2026..
Pilot Project dan Dukungan Pemerintah
Saat ini, kehadiran Bobibos di Timor Leste masih berstatus pilot project melalui kemitraan strategis antara PT Inti Sinergi Formula dan Timor Agranova SA.
Pemerintah setempat memberikan dukungan penuh, termasuk alokasi lahan jerami seluas 25.000 hektare.
Rencananya, setelah fase pilot project ini diresmikan, pemerintah Timor Leste akan membangun fasilitas produksi massal dengan target mencapai 1,8 juta liter per bulan.
Sementara itu, unit BMU yang saat ini beroperasi nantinya akan kembali ke pusat risetnya di Jonggol, Bogor.
Waspada Penipuan
Meskipun antusiasme masyarakat sangat tinggi, pihak manajemen Bobibos mengeluarkan imbauan tegas.
Hingga saat ini, produk Bobibos belum dijual secara bebas kepada masyarakat umum.
Konsumen diharapkan waspada terhadap oknum yang mengaku menjual bahan bakar ini secara mandiri guna menghindari praktik penipuan yang mengatasnamakan merek Bobibos.***

Share this article
Bobibos memulai produksi bioetanol dari limbah jerami di Timor Leste. Uji coba di jalan menanjak terbukti "gacor" dan bertenaga. Berstatus pilot project, produk ini belum dijual bebas di masyarakat.