AYOJAKARTA.COM - Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos) terus berkembang sebagai solusi energi hijau yang inovatif.
Inovasi bahan bakar nabati ini memanfaatkan jerami padi untuk menghasilkan energi berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
Target utamanya adalah membantu kelompok petani dan nelayan mendapatkan bahan bakar murah.
Timor Leste kini menjadi salah satu pasar utama untuk ekspansi produksi massal Bobibos.
Vice President Kamar Dagang Timor Leste, Rui Castro, mengungkapkan besarnya potensi kebutuhan energi di wilayah tersebut.
"Targetnya kan kita mau kebutuhan Timor Leste itu untuk minyak fosil itu sekitar 8 juta per bulan. Total satu tahun 96 juta," kata Rui Castro, dilansir dari akun Instagram resmi Bobibos.
Ia menambahkan bahwa Bobibos berencana mengambil sebagian besar pasar tersebut melalui investasi bertahap.
Pada periode awal hingga tahun 2027, target produksi dipatok sebesar 1,8 hingga 2 juta liter per bulan.
Rui Castro berharap angka ini bisa meningkat drastis pada tahun-tahun berikutnya.
"Tahun Depan 2027 mungkin 2028 kita bisa tingkatkan untuk sampai 4 juta liter," ungkapnya.
Harapan ini didasarkan pada potensi lahan pertanian yang luas di Timor Leste.
Namun, Bobibos menghadapi tantangan teknis terkait kualitas bahan baku jerami.
Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa jerami dari beberapa wilayah mengalami masalah nutrisi.
Lokasi pengujian meliputi wilayah Timur di Secar, wilayah Barat di Wikusi, dan wilayah Selatan di Same.
Rui Castro menjelaskan, "Ada beberapa jerami yang malnutrisi. Itu diakibatkan oleh proses pengolahan lahan dari petani-petani yang kurang bagus".
Masalah kualitas ini membuat proses produksi massal berjalan lebih lambat karena tim harus menyiapkan lahan dengan lebih baik.
Tim Bobibos kini fokus memberikan pendampingan pertanian bagi para petani padi lokal.
Tujuannya adalah untuk menghasilkan padi berkualitas sekaligus jerami yang memenuhi standar industri.
Pendampingan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat di kedua negara.
Di tengah persiapan teknis tersebut, muncul berbagai isu mengenai legalitas Bobibos di media sosial.
Beredar dokumen palsu yang mengeklaim izin usaha niaga BBM dengan mencatut nama Kementerian ESDM.
Manajemen Bobibos memberikan klarifikasi tegas bahwa dokumen yang beredar tersebut adalah hoax.
Saat ini, perusahaan masih dalam tahap pengurusan izin resmi kepada otoritas terkait.
Selain dokumen palsu, muncul aksi penipuan yang menjual produk Bobibos seharga Rp65.000 per botol.
Pihak manajemen menegaskan bahwa mereka belum menjual produk apa pun secara resmi kepada masyarakat.
"Segala bentuk klaim penjualan adalah PENIPUAN," tulis akun resmi Bobibos di media sosial.
Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan hanya mempercayai informasi dari akun resmi mereka.***
Share this article
Bobibos ekspansi ke Timor Leste olah jerami jadi BBM ramah kantong. Meski terkendala kualitas bahan baku, target produksi 2 juta liter/bulan. Waspada hoaks izin ESDM dan penipuan penjualan produk.