AYOJAKARTA.COM — Capres nomor urut satu, Anies Baswedan menanggapi perihal salah satu partai koalisinya yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tegas menolak pemindahan ibukota ke IKN di Kalimantan.
Dalam tanggapannya, Anies Baswedan justru membahas soal pemerataan pertumbuhan yang harus dilakukan di Indonesia.
Tentu saja hal ini cukup membuat apakah Anies Baswedan setuju atau tidak setuju dengan visi PKS yang tegas menolak kepindahan ibukota di IKN namun harus tetap di Jakarta.
"Kami juga beberapa kali sampaikan bahwa yang dibutuhkan di Indonesia hari ini adalah pemerataan pertumbuhan," ujar Anies seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin, 27 November 2023.
Baca Juga: Anies BaswedanTekankan Penyusunan Kebijakan Harus Mendasar Pada Ideologi
Anies menyebut bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah sebaiknya tidak dilakukan satu lokasi melainkan banyak tempat.
"Di mana pembangunan itu dilakukan bukan hanya di satu lokasi tetapi di banyak lokasi," lanjutnya.
Lebih lanjut, Anies juga menyampaikan bahwa jangan sampai pemusatan pertumbuhan disatu titik lokasi justru menimbulkan ketimpangan baru.
"Karena kita menginginkan agar kesetaraan kesempatan itu muncul, jangan sampai kita hanya membangun di satu lokasi yang justru menimbulkan ketimpangan baru," terangnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun mengungkapkan bahwa visiny adalah membuat program kemajuan bagi seluruh daerah di Indonesia.
Baca Juga: Anies Baswedan Kritik Keras Kondisi Indonesia Saat Ini, Sebut Hukum Bisa Diatur Penguasa
"Inilah visi kita dan kita semua menyiapkan susunan programnya untuk bisa mendorong desa-desa maju, kota kecil menjadi menengah, yang menengah menjadi besar di seluruh wilayah Indonesia," jelas Anies lagi.
Menurutnya, terkait dengan alokasi anggaran yang telah disiapkan di satu lokasi bisa digunakan untuk memenuhi pembangunan di banyak tempat.
"Alokasi anggaran yang biasa disiapkan di satu tempat kita berpandangan memang perlu dikerjakan untuk banyak tempat," katanya.
Baca Juga: Dimulai Besok, Anies Baswedan Sebut AMIN Akan Mulai Kampanye dari Jakarta
Presiden PKS Tegas Tolak Ibukota Pindah ke IKN
Sebelumnya, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu menyampaikan bahwa PKS dengan tegas menolak kepindahan ibukota ke IKN dan tetap berada di Jakarta.
Hal itu diutarakan Ahmad Syaikhu sebagai janji kampanye jika pihaknya menang dalam Pemilu 2024 mendatang.
Menurut Ahmad, penolakan PKS terhadap IKN sudah disampaikan sejak sebelum disahkannya UU IKN.
"PKS saat itu mengambil sikap untuk menolah disahkannya RUU IKN,” kata Ahmad.
Lebih lanjut, menurut Ahmad Syaikhu bahwa Jakarta saat ini masih dianggap layak menjadi ibokta negara Indonesia.
Di Jakarta, kata dia, banyak sekali terjadi sejarah khususnya dalam momen kemerdekaan Indonesia.
“PKS memandang bahwa DKI Jakarta tetap layak sebagai ibu kota negara. Yang pertama argumen historis, dimana Ir Soekarno dan Bung Hatta proklamasi di Jakarta,” ujar Ahmad lagi.
“Kita berharap bahwa kalau Allah takdirkan PKS menang maka kita akan menginisiasi bahwa ibu kota negara tetap di Jakarta,” lanjutnya.
Meski tegas menolak kepindahan ibukota, PKS tetap mendukung pembangunan di IKN namun akan dialihfungsikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bukannya ibukota.***

Share this article
Anies Baswedan menanggapi perihal salah satu partai PKS yang tegas menolak pemindahan ibukota ke IKN di Kalimantan.