AYOJAKARTA.COM - Beberapa waktu belakangan ini nama Mahfud MD mulai bergema lagi diprediksikan akan menjadi kandidat bakal calon wakil presiden 2024.
Dari beberapa survei bahkan mengatakan bahwa namanya mulai naik menyaingi beberapa kandidat yang sebelumnya telah lama terdeteksi berpeluang tinggi sebagai calon wakil presiden.
Namun Mahfud MD menanggapi dengan biasa-biasa saja hal tersebut, pasalnya ia berkaca pada pilpres 2019 lalu yang menorehkan kekecewaan.
Baca Juga: Kabar Gembira! David Ozora Akhirnya Diperbolehkan Pulang dari RS Mayapada Setelah Dirawat 53 Hari
Melalui sebuah podcast yang diunggah melalui akun YouTube Helmy Yahya Bicara (17/4/2023), Mahfud menceritakan beberapa kekecewaan lainya sebelum kegagalan menjadi wakil presiden 2019.
"Iya saya belajar dari itu bahwa kalau direncanakan kalau tuhan tidak mengizinkan apa lagi di politik bisa belok mendadak," ucapan Mahfud MD.
"Kalau kita tidak merencanakan diem-diem tiba-tiba dapet seperti dulu waktu saya jadi menteri pertahanan di era Gus Dur, itu kan starting point saya mulai naik kan di situ, itu saya sama sekali tidak tahu kalau Gus Dur kenal saya," lanjutnya.
Mahfud juga membeberkan bahwa dulu ia juga pernah ditawari menjadi menteri pada zaman pemerintahan Presiden SBY, namun setelah beliau terpilih akses dengan pak SBY putus.
Hingga akhirnya Mahfud tiba-tiba mendapatkan telepon dan akhirnya dipilih untuk menjadi Ketua MK pada masa SBY.
"Sama seperti ketika saya jadi ketua MK, saya waktu itu mau jadi menterinya Pak SBY dan sudah dipanggil oleh Pak SBY, bahwa pak Mahfud jadi nanti kalau saya jadi, tapi begitu terpilih kontak kontaknya putus semua nggak ada lagi, nggak jadi waktu itu saya agak kecewa kan," ucap Mahfud MD.
"Tapi tiba tiba beberapa bulan kemudian pak SBY telepon saya tengah malam pulang dari luar negeri,' Pak Mahfud saya sekarang akan menangani sk presiden Pak Mahfud menjadi hakim MK', dan itu hakim MK itu tidak lebih rendah daripada menteri, kalau ketua MK itu lebih tinggi dari menteri, karena satu jejeran secara protokoler dengan presiden,"lanjutnya.
Hingga akhirnya Mahfud menceritakan pelajaran terakhirnya saat pilpres 2019 dan ia telah di gadang-gadang menjadi calon wakil presiden bersama Joko Widodo.
Namun akhirnya kekecewaan datang saat detik-detik terakhir, karena ia tidak terpilih menjadi bakal calon wakil presiden padahal beberapa persiapan sudah ia lakukan.
"Pelajaran terakhir waktu tahun 2019, itu contoh baru lagi, ketika saya mau kejar nggak bisa juga, saya sudah membentuk tim kecil waktu itu, kejar-kejar kalau ada orang yang menyebut disana kembangkan, sekarang nggak, udah lah biarin aja sendiri, nanti Tuhan menentukan," pungkas Mahfud MD. ***

Share this article
Beberapa waktu belakangan ini nama Mahfud MD mulai bergema lagi diprediksikan akan menjadi kandidat bakal calon wakil presiden 2024.