AYOJAKARTA.COM- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo buka suara terkait polemik Drawing Piala Dunia U-20 2023 yang dibatalkan oleh FIFA pada Minggu (26/3).
Melalui siaran persnya Joko Widodo memberikan pernyataan tentang situasi bagaimana Indonesia bisa menjadi tuan rumah di Piala Dunia U-20 ini tidak terlepas dari proses bidding yang melalui proses seleksi yang cukup panjang juga sejak lama.
Mulanya Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki prinsip yang selalu konsisten dan teguh dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina dan mendukung penyelesaian two state solution, negara Israel dan negara Palestina merdeka.
Hal ini pun juga sesuai dengan konstitusi yang menolak penjajahan dalam bentuk apapun. Bahkan ia juga selalu menyampaikan dalam forum bilateral, multilateral, maupun forum internasional lainnya terkait prinsip yang selalu dipegang oleh Indonesia.
Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 ini ada tiga negara yang masuk dalam kategori FIFA yaitu Indonesia, Brazil, Peru. Dimana semua pihak juga telah berjuang keras bersama-sama agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 dan akhirnya pada bulan Oktober 2019. Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA.
"Ini merupakan suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia karena kita mendapat kepercayaan penyelenggaraan Piala Dunia U-20, penyelenggaraan event olahraga yang paling banyak penggemarnya di seluruh dunia. Saat ditunjuk menjadi tuan rumah kita belum tahu siapa tim peserta karena masih proses prakualifikasi dan kepastian timnas Israel lolos seleksi Piala Dunia U-20 baru kita ketahui pada bulan Juli 2022," kata Jokowi kembali dalam kanal youtube Sekretariat Presiden, yang dikutip ayojakarta.com pada Selasa (28/3).
Namun yang pasti mantan gubernur DKI ini menjamin keikutsertaan Israel, tidak ada kaitannya dengan konsistensi, posisi politik luar negeri kita terhadap Palestina karena dukungan kita ke Palestina selalu kokoh dan kuat.
Selanjutnya, Jokowi menjelaskan bahwa FIFA juga memiliki aturan yang harus ditaati anggotanya. Jadi jangan mencampur adukan urusan olahraga dan urusan politik. Sebab FIFA juga telah mengetahui penolakan-penolakan terhadap keikutsertaan timnas Israel di Piala dunia U-20. Oleh karena itu pemerintah dan PSSI masih tetap berusaha agar ada solusi terbaik.
"Untuk itu saya telah mengutus Ketua Umum PSSI bapak Erick Thohir untuk bertemu dengan tim FIFA, untuk mencari penyelesaian yang terbaik, mencari solusi yang terbaik." tutupnya terakhir.***

Share this article
Buntut dari polemik FIFA yang membatalkan drawing Piala Dunia U-20 2023, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo akhirnya buka suara.