AYOJAKARTA.COM--Presiden Joko Widodo menyentil sejumlah pihak dan jajaran pemerintahan terkait gaya hidun hedon yang akhir-akhir ini viral di media sosial hingga bikin geram publik.
Pernyataan Presiden Jokowi ini juga berkaitan erat dengan beberapa kasus pejabat publik yang ternyata memiliki harta cukup fantastis, bahkan menimbulkan kecurigaan di masyarakat.
Salah satunya yang sedang viral adalah kasus harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo, Kabag Umum Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Selatan II yang kini sudah dicopot jabatannya oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Terungkap harta kekayaan Rafael Alun capai Rp 56,1 Miliar. Ia memiliki koleksi banyak kendaraan mewah termasuk Rubicon dan moge yang kerap dipamerkan Mario Dandy,anaknya di media sosial. Bahkan Mario juga menjadi tersangka penganiaayaan seorang anak pengurus GP Ansor.
Rafael juga memiliki banyak aset dan properti yang tersebar di banyak daerah, ada rumah mewah, kos-kosan hingga cafe ataupun restoran. Ada pula 2 perusahaan yang ditemukan KPK atas nama istri Rafael Alun di Minahasa Utara.
Kemudian muncul pula Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto yang dicopot dari jabatannya lantara kerap pamer gaya hidup mewah di media sosial. Ia sering memamerkan kendaraan mewah, mobil antik, Moge dan juga sebuah pesawat cessna.
Dalam sidang kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Kamis (2/3/2023), presiden Jokowi meminta para menteri dan lembaga-lembaga untuk menertibkan anak buah mereka.
"saya tau betul, mengikuti kekecewaan masyarakat terhadap kita, pemerintah. Hati-hati tidak hanya di pajak, bea cukai, ada juga kepolisian dan aparat hukum, juga birokrasi lainnya," tegas Jokowi mengingatkan kasus para pejabat yang viral.
"Kalau seperti itu, pantas rakyat kecewa. Karena pelayanannya dianggap tidak baik, aparatnya, perilakunya jumawa dan pamer kekuarasan, pamer kekayaan, hedonis. Oleh sebab itu saya minya kepada seluruh menteri dan semua lembaga mendisiplinkan anak buahnya," tegas Jokowi.
Presiden Jokowi secara tegas turut memperingatkan hal-hal yang sangat tidak pantas dilakukan oleh para pejabat. Sebab akan mengundang reaksi publik yang tidak baik.
"Sekali lagi saya ingin tekankan, supaya ditekankan kepada bawahan kita jangan pamer kekuasaan. Jangan pamer kekayaan apalagi sampai dipajang-pajang di IG, di media sosial. Itu kalau aparat birokrasi sangat-sangat tidak pantas," ucap Jokowi di hadapan para menteri.

Share this article
alam sidang kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Kamis (2/3/2023), presiden Jokowi meminta para menteeri untuk menertibkan anak buah mereka.