AYOJAKARTA.COM – Prediksi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia disampaikan oleh BMKG, namun ada juga pernyataan berbeda dari BRIN tentang cuaca.
Prakiraan yang disampaikan oleh BMKG dan BRIN tentang cuaca ekstrem memiliki perbedaan. Hal ini tentu bisa saja membuat masyarakat kebingungan.
Perbedaan prediksi cuaca ekstrem antara dua lembaga ini segera diluruskan oleh Anggota Komisi VII DPR Mulyanto dan juga Presiden Joko Widodo.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Salah satu peneliti BRIN yaitu Erma Yulishatin mengugkapkan prediksi cuaca pada akun Twitternya yang mana berbeda dengan prediksi cuaca dari BMKG.
Dalam salah satu kicauannya di Twitter, ia menyatakan bahwa ada potensi hujan ekstrim dan badai dahsyat yang akan terjadi pada tanggal 28 Desember 2022 di wilayah Jabodetabek.
Perkiraan cuaca tersebut dikatakan bahwa telah dicatat melalui Satellite based Disaster Early Warning System atau SADEWA.
“Potensi Banjir Besar Jabodetabek. Siapapun anda yang tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerag dan Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022,” ketik Erma Yulishatin pada akun twitternya.
Tidak hanya menyampaikan prediksi cuaca di Twitter saja Erma Yulishatin juga sempat menyampaikannya juga di wawancaranya dengan beberapa berita di stasiun televisi.
“Artinya dari pagi timingnya sudah masuk. Jadi yang pertama kena itu mungkin akan di pesisir Banten, di bagian selatan ya dan masuk mungkin akan mempengaruhi wilayah Lebak dan sekitarnya. Kemudian yang bagian utaranya dia masuk lewat pintu dari timurnya teluk Jakarta,” kata Erma.
“Dua hal ini timingnya akan terjadi besok, dimulai dari sekitar pagi hari jam 7, 8, atau 9 ya sekitar itulah, sekitar pagi hari,” lanjutnya.
Sedangkan, BMKG memprediksi wilayah Jabodetabek berpotensi hujan ekstrim namun bukan badai dan akan terjadi pada 30 Desember 2022.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR Mulyanto mengatakan bahwa BRIN tidak memiliki wewenang untuk mengumumkan prediksi cuaca.
“Sepengetahuan saya BRIN tidak memiliki kewenangan tersebut. Terutama mengumumkannya ke publik secara luas,” kata Mulyanto.
Mulyanto bahkan mengecam penyebaran informasi cuaca dari BRIN yang dilakukan secara pribadi dari salah satu anggotanya.
“Apalagi ternyata diketahui bahwa statemen tersebut dibuat oleh pribadi peneliti BRIN. Ini makin ngawur,” tegas Mulyanto.
Presiden RI Joko Widodo menegaskan kepada masyarakat agar mengikuti semua informasi yang bersumber dari BMKG.
“Ikuti semua informasi dan ikuti semua yang disampaikan oleh BMKG,” kata Presiden Joko Widodo.
Jadi Jokowi meminta agar masyarakat menyimak informasi dan perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.***

Share this article
BRIN Tak Punya Kewenangan Umumkan Cuaca, Jokowi Sarankan Ikuti Info dari Sumber Ini Saja. Sumber apakah itu?