AYOJAKARTA.COM -- Di Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, air bersih bukanlah sesuatu yang selalu mudah didapatkan. Saat musim kemarau datang, sebagian warga harus berjalan cukup jauh melewati jalan berbukit demi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit yang masih mengandalkan aliran sungai kecil, mata air terbatas, hingga penampungan air hujan yang debit dan kualitasnya bergantung penuh pada cuaca.
Bagi sebagian orang, air mungkin hanya soal membuka keran. Namun bagi warga Desa Sukamanah, air adalah perjuangan harian yang menguras tenaga dan waktu. Sebagian besar masyarakat masih mengandalkan sumber air alami seperti sungai kecil, mata air terbatas, maupun penampungan air hujan yang kualitas dan kontinuitasnya sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Camat Cimanggu, Dusep Sadeli, menerangkan bahwa pada musim kemarau, debit air cenderung menurun drastis sehingga masyarakat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Selain itu, kondisi geografis yang berbukit serta jarak antara sumber air dengan permukiman warga menyebabkan masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air.
“Dengan kondisi seperti ini tentunya meningkatkan potensi masalah kesehatan akibat penggunaan air yang tidak bersih. Risiko penyakit seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi lainnya menjadi meningkat karena keterbatasan sarana dan prasarana air bersih,” tutur Dusep.
Melihat kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bernama PLN Peduli hadir memberikan bantuan pembangunan sarana air bersih berupa sistem pipanisasi bagi masyarakat Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi.
Program ini mencakup pembangunan bak penampungan (reservoir), pemasangan jaringan pipa distribusi, sambungan rumah warga, hingga pengadaan material dan peralatan pendukung lainnya.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah menyampaikan bahwa program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“PLN percaya bahwa kehadiran perusahaan harus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui bantuan sarana air bersih ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh akses air yang lebih layak, lebih sehat, dan berkelanjutan untuk mendukung kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dan menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program pipanisasi ini menyasar masyarakat Dusun II Cibeber yang meliputi Kampung Batu Sapi, Kampung Cipandawa, dan Kampung Cibeber, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 500 kepala keluarga atau lebih dari 800 jiwa.
Atas penyerahan program bantuan pipanisasi ini, Dusep menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN melalui program TJSL yang dinilai sangat membantu masyarakat.
“Bantuan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat kami, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kami sangat mengapresiasi kepedulian PLN yang telah hadir membantu kebutuhan dasar masyarakat,” ungkapnya.
Bagi warga Desa Sukamanah, bantuan ini bukan hanya tentang pipa dan bak penampungan. Lebih dari itu, ini adalah tentang hadirnya harapan baru bahwa suatu hari nanti, anak-anak tidak lagi harus berjalan jauh mengambil air, dan keluarga-keluarga di lereng Cimanggu bisa menikmati air bersih langsung di dekat rumah mereka.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih akibat kondisi geografis wilayah yang berbukit dan jauhnya jarak sumber air dari permukiman warga.
Melalui program TJSL, PLN terus berupaya menghadirkan energi kebaikan bagi masyarakat, tidak hanya melalui listrik, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Share this article
Sebagian besar masyarakat masih mengandalkan sumber air alami seperti sungai kecil, mata air terbatas, atau penampungan air hujan yang kualitas dan kontinuitasnya sangat bergantung pada kondisi cuaca.