AYOJAKARTA.COM - Mendekati Pemilu 2024, polemik mulai tercium di tubuh Partai Golkar yang menjadi tempat Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan bernaung.
Airlangga Hartarto yang kini menjabat Ketua Umum dinilai kurang dapat mengangkat elektabilitas, sehingga kader mulai mendekati Luhut Binsar Panjaitan.
Sebagai Ketua Dewan Penasehat, Luhut Binsar Panjaitan menyayangkan adanya polemik yang terjadi menjelang Pemilu 2024.
Terkait dengan adanya anggapan bahwa Airlangga Hartarto perlu disingkirkan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub, LBP memberi tanggapan.
Secara tegas Luhut menilai bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan apapun terkait dengan penggulingan kepada Airlangga Hartarto.
“Nggak-lah, untuk apa kepentingan saya disitu? Saya mau apa lagi? Kalau saya jadi Ketua Umum Golkar, apa saya mau Jadi Capres atau Cawapres?” jelas Luhut.
Lebih lanjut Luhut menjelaskan bahwa dirinya tidak lagi berharap untuk menjadi pejabat di pemerintahan.
Baca Juga: Soal Bacawapres, Ini Alasan Anies Baswedan Masih Belum Deklarasikan Nama Pendampingnya
Sebagai kader, Luhut akan melakukan tindakan perbaikan jika memang diharuskan melakukan perbaikan.
“Jadi kalau saya Ketua Umum Golkar misalnya, saya perbaiki saja karena suka memperbaiki, dan saya yakin bisa,” imbuhnya.
Namun demikian, Luhut menambahkan bahwa jika memang harus memimpin Partai Golkar dirinya tidak merasa keberatan.
“Ya kalau memang diusulkan ramai-ramai, tapi saya untuk apa mempersoalkan itu sekarang?” ujar Luhut kemudian.
Baca Juga: Pesatnya Perkembangan AI, Ternyata 7 Jurusan Ini Dapat Terdampak! Apa Saja?
Sehubungan dengan anggapan para kader Partai Golkar yang menginginkan adanya perubahan, Luhut enggan untuk banyak berperan dan ikut campur tangan.
“Saya serahkan saja kepada mereka, mau saya bilang nggak atau mau saya bilang iya, ya biarkan saja mereka,” terang Luhut.
Jika proses pergantian kepemimpinan memang harus dilakukan dan diinginkan, Luhut berpesan untuk dilakukan secara baik-baik.
Sebab penyelenggaraan Munaslub di momen mendekati Pemilu, menurut Luhut bukan hal yang berbahaya bagi partai untuk dilakukan.
“Asal dilakukan dengan damai dan niat baik, kenapa tidak, tetapi jangan dilakukan dengan rusuh sebab itu akan membuat Golkar runtuh,” pesan Luhut.
Baca Juga: Resmi! Link Download Logo HUT RI ke-78, Lengkap dengan Tema Perayaan 17 Agustus 2023
Menyikapi banyaknya kader Partai Golkar yang meminta agar Luhut bersikap lebih proaktif, Luhut mengaku sudah melakukan langkah tersebut.
Adanya geliat indikasi kemerosotan terkait jumlah pendukung, Luhut juga melakukan sejumlah langkah.
Selain tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan Airlangga Hartarto, Luhut juga sudah memberikan pesan khusus kepada Ketum Partai Golkar.
“Saya juga beri nasihat, saran kepada Pak Airlangga lebih proaktif turun kebawah,” ungkap Luhut kepada Jurnalis Rosiana Silalahi.
Demikian pernyataan Luhut seperti dikutip Ayojakarta pada Selasa, 25 Juli 2023 dari kanal YouTube Kompas TV. ***

Share this article
Usai pemeriksaan Airlangga Hartarto di Kejagung atas kasus korupsi minyak, Luhut dituding jadi tokoh dibalik lengser tersebut benarkah?