AYOJAKARTA.COM -- Tagar Indonesia Gelap yang tengah viral, sempat ditanggapi Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di acara penutupan Kongres ke 6 Partai Demokrat.
Dengan berbagai parameter yang tersedia, Presiden Prabowo Subianto menyebut anggapan Indonesia Gelap yang kini viral merupakan sebuah sebuah kekeliruan fatal.
Berada jauh dari negara-negara besar di dunia secara statistik, Presiden Prabowo Subianto sambil berkelakar menegaskan Indonesia Gelap itu tidak ada.
Adanya kesan Indonesia Gelap yang berkembang di masyarakat melalui media sosial, merupakan bukti perlunya setiap pihak mengedepankan komunikasi.
Bukan hanya berdasar pada dugaan serta kecurigaan, melainkan dilandasi oleh semangat persatuan untuk senantiasa mempertahankan kedaulatan.
Indonesia Gelap, menurut Presiden Prabowo akan berubah menjadi Indonesia Emas yang kilauannya bersinar hingga ke seluruh penjuru negara.
Selain menyoroti sejumlah persoalan politik dan isu-isu sosial yang berkembang, Presiden Prabowo juga berulangkali meroasting sejumlah menteri di kabinetnya.
Baca Juga: Resmi! Inilah Daftar 6 Menteri dan Pejabat yang Dilantik Prabowo dalam Reshuffle Kabinet
Bukan hanya menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Presiden juga memberikan prediksi terkait nasib Ketum Terpilih hasil Kongres Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Menurut Presiden Prabowo, bukan tidak mungkin dalam pelaksanaan pemilu mendatang AHY, Gibran serta dirinya akan bersaing sebagai peserta Capres.
Meski persaingan bisa jadi sangat memungkinkan, Presiden berpesan agar senantiasa mengedepankan prinsip persatuan sebagaimana warisan para Pendiri Bangsa.
Dengan bahasa yang lugas dan guyonan yang merakyat, Presiden juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menjaga kedaulatan bangsa.
Sehubungan dengan cara Presiden berpidato yang beberapa kali menggunakan istilah Gue, Pengamat Politik Adi Prayitno memberi tanggapan.
Menurut Adi, pernyataan Presiden saat memberi pidato di acara Partai Demokrat terlihat cukup kontras sewaktu menghadiri harlah Partai Gerindra beberapa hari sebelumnya.
Selain karena terkesan bebas dalam memberikan pernyataan, gestur yang diperlihatkan oleh Presiden juga menyiratkan kenyamanan.
Berdasarkan pada muatan bahasa konseptual formal yang digunakan Presiden dalam kedua acara partai tersebut, Adi menilai Prabowo sudah menganggap Demokrat sebagai rumah.
“Saat acara harlah Partai Gerindra, Prabowo masih sedikit tekstual, tidak sevulgar pidato politiknya di Partai Demokrat,” jelas Adi.
Terkait penyebab Presiden Prabowo bisa sedemikian luwes, Adi menilai karena dilatar belakangi oleh keberhasilan meluncurkan Proyek Danantara dan dukungan KIM Plus.
Dengan berbekal kedua variabel tersebut, sambil berseloroh Adi menilai Presiden Prabowo selama masa pemerintahannya bisa leluasa tidur karena tidak akan diganggu.
“Prabowo kalau mau jujur berasa at home, tidak terlalu formal, sangat rileks, bahasa Gue itu menunjukkan Demokrat itu rumah besarnya,” pungas Adi.***

Share this article
Presiden Prabowo Subianto menyebut anggapan Indonesia Gelap yang kini viral merupakan sebuah sebuah kekeliruan fatal.