AYOJAKARTA.COM - Aktivis Ratna Sarumpaet mengakui dirinya sejak awal tak sepenuh hati mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Ratna Sarumpaet adalah bagian dari tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.
Saat itu, Ratna dikenal sebagai salah satu tokoh yang menonjol di tim Prabowo.
Bahkan Ratna sempat membuat gempar setelah mengaku dianiaya orang tak dikenal hingga wajahnya lebam.
Namun, Ratna akhirnya mengakui bahwa pengakuan itu hanyalah bohong belaka dan tidak ada orang yang menganiayanya.
Akibat perbuatannya, Ratna kemudian harus berhadapan dengan masalah hukum dan dipecat dari tim kampanye Prabowo.
Belum lama ini, aktivis yang banyak menyuarakan isu demokrasi dan HAM itu bercerita tentang kisah awal mula ia bergabung dengan tim Prabowo di Pilpres 2019.
Kisah itu ia ceritakan saat hadir dalam podcast Uya Kuya TV.
Ada satu hal menarik yang disampaikannya, yakni ternyata ia sebetulnya tidak sepenuh hati menjadi bagian dari kubu Prabowo.
Bahkan, Ratna sudah merasa kurang klop dengan Prabowo sejak awal.
"Satu yang mungkin aku salah, aku masuk ke dalam lingkaran pertarungan pilpres, karena saya (sebelumnya) nggak pernah ikut," ujar Ratna dalam podcast di kanal Uya Kuya TV yang dikutip AyoJakarta.com, Kamis (9/3/2023).
Awal mula Ratna bersinggungan dengan Prabowo terjadi lewat perantara Rachmawati Soekarnoputri.
"Almarhumah Ibu Rachmawati ingin banget aku bantu Prabowo," kata Ratna.
Saat itu, Rachmawati menyinggung soal cita-cita Ratna agar negara kembali ke UUD 1945. Berangkat dari situ, Rachmawati menyarankan Ratna bertemu Prabowo.
Lalu diaturlah pertemuan dengan Prabowo. Saat ketemu, Prabowo bilang UUD45 memang harus dikembalikan, tapi Ratna menganggap tidak ada kesepakatan mantap.
Hal itu pun membuat Ratna tidak yakin untuk mendukung Prabowo.
"Keluar dari rumah Prabowo, saya sebenarnya bimbang, tidak yakin" lanjut Ratna.
Kendati demikian, Ratna pada akhirnya tetap dimasukkan ke dalam tim kampanye Prabowo.***

Share this article
Beberapa tahun lalu, Ratna Sarumpaet adalah bagian dari tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.