AYOJAKARTA.COM – Video unggahan berisi rekaman puluhan ASN di Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi yang melakukan demonstrasi mendadak viral.
Selain menyampaikan aspirasi di lobi, puluhan ASN Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi juga menyambangi area parkiran.
Di hadapan mobil dinas berplat RI 25 yang diduga ditumpangi Menteri, puluhan ASN Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi juga menyuarakan aspirasinya.
Melalui orasi yang disampaikan secara serentak, massa aksi mendesak agar Satryo Soemantri turun dari dalam kendaraan.
Meski demikian, mobil dinas yang diduga sedang ditumpangi Menteri tidak menanggapi keinginan dari para peserta unjuk rasa dan meninggalkan area parkiran.
Usai menyampaikan aspirasinya kepada menteri, para ASN pegawai kementerian dengan tertib membubarkan diri.
Beredarnya video aksi unjuk rasa puluhan ASN di Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi tersebut, sempat dihujani pertanyaan oleh para warganet.
Sebelumnya, para ASN menilai aksi unjuk rasa merupakan bentuk perlawanan terhadap sikap menteri yang dianggap kurang berpihak kepada para ASN.
Anggapan terkait alasan para ASN menunjukkan sikap perlawanan tersebut disampaikan langsung oleh Suwito yang merupakan Koordinator Aksi.
“Ini bukan demo, tetapi respon dari teman-teman pegawai Dikti, ada beberapa yang dilakukan Pimpinan dan tidak sesuai dengan prosedur,” ujar Suwito, dikutip dari kanal YouTube Official iNews pada Selasa, 21 Januari 2025.
Baca Juga: Sempat-Sempatnya Kampanye Ridwan Kamil saat Demo Ojol Jakarta, Orator Dimaki dan Disuruh Turun
Selain dinilai memiliki kecenderungan bersikap otoriter dan arogan, Menteri Dikti Saintek juga disebut-sebut senang melakukan pemecatan terhadap pegawai.
Pegawai yang berada di Instansi Kementerian, menurut Suwito semuanya dilindungi oleh Undang-undang sehingga pemecatan harus sejalan dengan peraturan.
“Kalau ada pegawai bermasalah kan ada aturan dan mekanismenya, cari penyelesaiannya, bukan datang dan pecat bahkan mengusir seperti Anak Anjing barangkali,” imbuhnya.
Dampak dari akumulasi kekecewaan yang banyak dialami oleh para pegawai, menurut Suwito memuncak sehingga terjadi aksi demonstrasi.
Selain meminta pertanggung jawaban dari Menteri, massa pengunjuk rasa yang tergabung dalam Senin Hitam juga meminta penjelasan terkait status para ASN.
Baca Juga: Akui Tertekan dengan Aturan, 2.500 Driver Ojol Demo Hari Ini, Minta 2 Tuntutan Dikabulkan, Apa?
Menyikapi viralnya aksi unjuk rasa yang disampaikan puluhan anggota Senin Hitam, Satryo Soemantri Brodjonegoro memberikan pandangan.
Menurut Menteri Dikti Saintek, penyebab utama aksi unjuk rasa tidak lain karena adanya segelintir pegawai yang tidak sejalan dengan peraturan di kementerian.
“Demo itu terkait dengan adanya upaya mutasi besar-besaran di kementerian, karena pecah menjadi tiga menteri,” ungkap Menteri Dikti Saintek Satryo.
Selain mutasi sebagai dampak pemisahan kementerian, aksi demonstrasi juga merupakan dampak dari upaya pemerintah untuk melakukan penghematan anggaran.***

Share this article
Para ASN menilai aksi unjuk rasa merupakan bentuk perlawanan terhadap sikap menteri yang dianggap kurang berpihak kepada para ASN.