AYOJAKARTA.COM - Uang seratus triliun yang ada di rekening Brigadir J belakangan kembali menjadi bahan perbincangan warganet.
Sebelumnya uang seratus triliun pada rekening Brigadir J pernah dibahas oleh pakar anti Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) bersama Aiman Witjaksono.
Menurut keterangan dari pakar anti TPPU, Yenti Garnasih, uang Rp100 trilirun pada rekening Brigadir J, memiliki keterangan debet yang artinya pada hari itu uang tersebut telah keluar.
Baca Juga: Skakmat! Inilah Bukti Adanya Tangan Tuhan yang Ikut Terlibat dalam Kasus Tewasnya Brigadir Joshua
“ada rekening yang kemudian didebet kemudian ada angka seratus triliun kurang,” ucap Yenti yang dikutip dari akun TikTok @aimanwitjaksonoofficial.
“tapi tulisannya “debet”, debet itu artinya, di hari itu di debet.” tambahnya.
Dengan adanya keterangan tersebut, Yenti Garnasih menduga bahwa uang pada rekening Yosua itu ada.
“kalau tulisannya debet berarti ada uang, terus kemudian keluar, bank memberitahukan pada kita kan caranya begitu. ya kan,” tambahnya.
Baca Juga: Mau Beli Mobil Listrik? Ini Dia Daftar Mobil Listrik dan Hybrid, Ada yang Diproduksi di Indonesia
Kemudian untuk mengungkap uang fantastis tersebut, Ayah Brigadir Yosua Samuel Hutabarat mendatangi bank terkait untuk membuka cetak rekening milik putranya.
Beberapa bulan yang lalu Samuel Hutabarat sebelumnya telah mendatangi bank terkait untuk membukakan cetak rekening koran milik Brigadir Yosua.
Namun saat itu dari pihak Bank belum bisa memperlihatkan rekening koran tersebut karena masih diblokir.
“kalau nggak salah bulan 8 apa bulan 9 kami sudah kesini mengajukan untuk meminta rekening korannya tapi oleh karena keterangan BNI bahwa di bulan itu masih diblokir belum ada wewenang untuk membuka,” ujar Samuel.
“jadi kemarin Minggu-minggu kemarin anak kita udah kesini mereka membilang bahwa harus lapor dulu ke Jakarta makanya kami berpikir kok lama kali dulu pun sudah dibilang sama kami kalau memang bisa nanti kami juga telepon Bapak dan Ibu makanya kami menyusul sekarang,” tambahnya.
Amri Hidayat, Kepala Bank BNI Cabang Jambi mengungkapkan bahwa proses untuk memperlihatkan cetak rekening koran membutuhkan waktu yang lama.
Sebab pihak Bank ingin menjaga data nasabah dengan sebaik-baiknya.
“kami tetap menjaga data nasabah kami dengan sebaik-baiknya dan mengedepankan prinsip prudential kehati-hatian menyiapkan dokumen dari ahli warisnya,” ujar Amri Hidayat.
Untuk uang di rekening Bank Mandiri, Samuel Hutabarat mengaku telah menerima cetak rekening koran Brigadir Yosua.
“yang di Mandiri tadi sudah keluar yang keluar dari bulan lima sampai Desember, yang dari bulan satu sampai bulan empat 2022, kata mereka nanti,” ujarnya.***

Share this article
Ramai uang Rp100 triliun di rekening Brigadir J, ayah Brigadir Yosua sebut sudah terime rekening koran dari Bank Mandiri